Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

PETI Sekadau Bikin Ikan Keramba Mati Massal, Warga Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

×

PETI Sekadau Bikin Ikan Keramba Mati Massal, Warga Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Sekadau, Kalimantan Barat | 17 Agustus 2025 – Dewanusantaranews.com – Masyarakat petani keramba ikan di Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat kembali berteriak meminta bukti ketegasan Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas para pelaku tambang emas ilegal (PETI) beserta para bekingnya.

Puluhan hingga ratusan ikan peliharaan di keramba mati setiap hari akibat pencemaran sungai yang diduga kuat berasal dari aktivitas tambang emas tanpa izin di wilayah hulu Sungai Sekadau.

“Setiap hari ikan kami mati, puluhan hingga ratusan ekor. Kami mohon Presiden buktikan ucapannya untuk memberantas cukong tambang dan oknum beking yang melindungi PETI di Sekadau ini,” kata Iwan, seorang petani keramba, dalam video berdurasi sekitar satu menit yang kini beredar di media sosial (17/8).

Baca Juga  Pusat Belanja Malaya Mart di Sidak Bapanas dan Satreskrim Polres Kampar, Dugaan Harga di Atas HET Terungkap

Dalam video tersebut terlihat ikan-ikan terapung mati di keramba, sementara beberapa warga mandi dan memancing di sungai yang tercemar.

Berdasarkan keterangan warga, aktivitas PETI berlangsung massif di sejumlah desa dan dusun, di antaranya:

Desa Tembaga (Dusun Perobut dan Dusun Tembaga, Nanga Rake) diperkirakan 50 unit mesin tambang. Desa Landau Apin (Dusun Enturah, Landau Menserai, dan Dusun Landau Apin) sekitar 30 unit, Desa Kebau, Jongkong, Sungai Hijau sekitar 20–30 unit, Lembah Beringin, Batu Pahat, Tanjung Kelapa, Kesimoi, Riam Pedara 30–40 unit. Desa Landau Kumpai 5–6 unit.Desa Koman hingga Engkulun belasan hingga 20 unit.

Total ratusan unit mesin tambang diduga beroperasi secara ilegal, mencemari Sungai Sekadau hingga berdampak langsung pada keramba-keramba warga.

Baca Juga  Polres Sergai Ringkus Pelaku Pembunuhan Pelajar

Masyarakat menuding pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Sekadau selama ini hanya diam, bahkan terkesan melakukan pembiaran.

“Pemerintah dan aparat di sini tutup mata dan telinga. Kami rakyat kecil yang sengsara, sementara cukong tambang dan oknum bekingnya semakin berani,” lanjut Iwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *