Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Proyek SPAM Petir–Cikeusal Senilai Rp6,8 Miliar Diduga Belum Sesuai Spesifikasi Teknis

×

Proyek SPAM Petir–Cikeusal Senilai Rp6,8 Miliar Diduga Belum Sesuai Spesifikasi Teknis

Sebarkan artikel ini

SERANG – Dewanusantaranews.com – Pelaksanaan proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah (SR) pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Petir–Cikeusal, yang berpusat di Desa Kadu Genep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menjadi sorotan. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp6,84 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini ditemukan sejumlah hal yang perlu dikonfirmasi kesesuaiannya dengan dokumen teknis.

Berdasarkan hasil pemantauan tim dewanusantaranews.com di lokasi pekerjaan, Selasa (28/7/2026), terdapat beberapa aspek yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana maupun pengawas.

Pertama, kedalaman galian untuk pemasangan pipa Sambungan Rumah (SR) belum dapat dipastikan sepenuhnya sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknis yang berlaku. Selain itu, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di beberapa titik pekerjaan juga belum tampak diterapkan secara maksimal.

Baca Juga  Kapolres Labuhanbatu Bagikan THR Lebaran Secara Simbolis Dalam Apel Penyerahan THR Idul Fitri 1445 H

Hal lain yang perlu diverifikasi adalah pembangunan struktur reservoir. Berdasarkan keterangan di lokasi, jarak sengkang pembesian direncanakan berukuran 15 cm x 15 cm, namun hasil pengukuran sementara di lapangan menunjukkan jarak sekitar 20 cm x 20 cm. Perbedaan ini nantinya perlu dibandingkan secara resmi dengan gambar kerja dan dokumen kontrak oleh konsultan pengawas serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Terkait pemasangan waterstop pada sambungan beton, terlihat pula kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut, di mana sebagian besar komponen tersebut tampak tertanam sepenuhnya di dalam pengecoran. Jika hal ini tidak sesuai kaidah teknis, dikhawatirkan dapat mempengaruhi fungsi waterstop sebagai penghalang aliran air pada sambungan struktur.

Baca Juga  Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY Pos Oepoli Tengah Bantu Mengajar di SMP Oepoli

Sementara itu, pekerjaan urugan kembali di sekitar jalur pipa terlihat belum tertata rapi dan diduga belum dipadatkan menggunakan alat pemadat (stamper) sesuai prosedur. Kondisi ini berpotensi menimbulkan penurunan permukaan tanah di kemudian hari jika tidak disesuaikan dengan standar pemadatan yang ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *