“Perbaikan lapangan ini harus dari APBD Kota Medan,” imbuh Joshrius.
Berdasarkan data, jumlah siswa di SDN 060873 mencapai 541 orang. Dengan jumlah peserta didik sebesar itu, Joshrius menilai Dinas Pendidikan dan instansi terkait seharusnya sudah menjadikan sekolah ini prioritas perbaikan tahun ini, mengingat kondisi yang sangat berbahaya.
“Kalau dilihat aslinya, Kota Medan ini sangat mampu. Semua anggaran operasional sekolah dari Kemendikbud Ristek. Pemkot Medan hanya membiayai sarana prasarana gedung, pengadaan mebelair, dan kegiatan kecil lainnya. Masa begitu besar APBD Kota Medan tahun ini, tapi tidak ada sedikit pun perhatian untuk memperbaiki sarana lingkungan pekarangan SDN 060873 ini?” kata Joshrius menyoroti.
Ia mengingatkan, jangan sampai ada siswa maupun guru menjadi korban kecelakaan akibat terpeleset di lapangan yang licin dan berlumpur.
Selain ke Pemerintah Kota, Joshrius juga meminta anggota DPRD Kota Medan turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kenyataan kondisi sekolah. Harapannya, anggaran perbaikan segera disiapkan dan dilaksanakan tahun ini juga.
“Tahun ini harus ada proyek pekerjaan perbaikan lapangan ini,” tutup Joshrius.
(Mei Sartika)
Foto : doc, Lapangan Upacara SDN 060873 Medan Timur tergenang air keruh, licin membahayakan siswa dan pengguna lainnya












