Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Tidak Konsistennya Pelaksana Negara Menjalankan Sistem Tata Negara Akibat Keringnya Nuansa dan Dimensi Spiritual

×

Jacob Ereste : Tidak Konsistennya Pelaksana Negara Menjalankan Sistem Tata Negara Akibat Keringnya Nuansa dan Dimensi Spiritual

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Setiap agama, jika diselami lebih dalam, menawarkan samudra spiritual yang kaya akan kebijaksanaan, kedamaian dan pencerahan, ungkap Denny JA, dalam menghidupkan Sisi Spiritual Manusia bagian dari tulisannya yang ke sembilan.

Sayangnya saya kehilangan dokumen sebelumnya yang cukup banyak dapat menginspirasi pengembangan ide dan gagasan untuk ikut mengurai penting dan perlunya dimensi spiritual dalam menghadapi beragam masalah sehari-hari, baik di temat kerja maupun pekerjaan di rumah.

Keluhan seorang kawan Kaswanto, pengusaha muda dari Karanganyar, Jawa Tengah yang terbilang sukses mengungkapkan keresahan dan kegundahan hatinya bahwa ekonomi Indonesia telah sepenuhnya dikendalikan oleh sistem liberalisme yang seharusnya mampu ditangkal dengan Pasal 33 UUD 1945. Karena negara yang sehat harus mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu stabilitas sosial dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengatasi masalah fakir miskin.

Baca Juga  Satgas Yonif 763/SBA Pos Suswa Laksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Bersama Masyarakat Binaan

Selain itu, menurut Kaswanto, stabilitas politik harus mampu melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. Sehingga ketiga pilar tersebut sebagai syarat mutlak untuk kemajuan negara dan bangsa yang harus damai, aman, berkecukupan bagi seluruh rakyat. Tapi semua itu belum mampu diwujudkan oleh pemerintah sebagai tumpuan bagi seluruh rakyat yang telah memberi mandat untuk mengelola negara demi dan untuk seluruh rakyat agar sejahtera dan menikmati keadilan.

Jadi jelas konstitusi Indonesia telah mengamanatkan agar penyelenggara negara mewujudkan kecerdasan bangsa — yang tidak cuma sekedar kecerdasan intelektual, tapi juga spiritual — serta mengatasi rakyat miskin. Artinya jelas sistem untuk melaksanakan amanah untuk bangsa dan negara itu sudah ada dalam konstitusi kita, hanya penyelenggaranya — sebagai aparat negara — memang memble, tidak punya etika, moral dan akhlak yang terjaga, karena kering nuansa spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *