Oleh karena kering nya nilai-nilai spiritual ini akibatnya etika, moral dan akhlak penyelenggara negara jadi bobrok. Dampaknya korupsi, penyelewengan serta sikap khianat, munafik, culas dan inkonsistensi — tanpa rasa risi dan malu — mereka lakukan seperti yang semaki marak terjadi sekarang. Korupsi seakan telah menjadi budaya yang melampaui batas.
Maka itu, masalah kebrengsekan politik, keculasan dalam ekonomi serta rasa ketidak peduli pada masalah sosial dan budaya — bahkan agama — mereka abaikan. Sebab para politisi dan ekonom serta kaum intelektual Indonesian cukup banyak. Tapi apa artinya kecerdasan intelektual tanpa memiliki kecerdasan spiritual. Lantaran, dimensi spiritual yang mampu menjaga, merawat dan membiakkan kemampuan intelektual agar amanah mampu ko dipahami sebagai ibadah — demi dan untuk — orang banyak. Bukan memperbesar diri dan memperkaya diri — dengan cara menghalalkan semua cara, termasuk untuk terus berkuasa dan mengangkangi negeri ini.
Pecenongan, 31 Oktober 2024
*Catatan khusus dari pemaparan ini spesial untum sahabat Kaswanto, Pengusaha Muda dari Karanganyar, Jawa tengah yang resah dan gundah terhadap kondisi konomi Indonesia pada hari ini. Dia pun berjanji akan mengurai benang kusut yang melilit ekonomi Indonesia hingga menjadi tidak berdaya seperti sekarang. Dan kasus bangkrutnya PT. Sritex juga akan menjadi bahan acuan bahasannya*












