Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste Laku Ugahari Kaum Sufi Yang Mengalir Seperti Air Menuju Muara Dalam Alur Spiritual Menggapai Kiblat di Langit

×

Jacob Ereste Laku Ugahari Kaum Sufi Yang Mengalir Seperti Air Menuju Muara Dalam Alur Spiritual Menggapai Kiblat di Langit

Sebarkan artikel ini

Dalam konteks serupa inilah laku spiritual perlu terus dipertangkas, agar banyak hal yang tidak terlihat dapat diketahui makna dan hakekatnya untuk keselamatan dan ketenteraman yang membahagiakan hidup dan kehidupan dalam kondisi yang paling sederhana sekali pun. Agaknya, dalam keadaan serupa inilah umumnya kaum sufi lebih suka dan tampak lebih nyaman tampil dalam kesederhanaan dan kebersahajaan. Karena menurut mereka, tampilan yang sederhana itu — sebagai pelengkap dari sifat dan sikap ugahari — akan ikut menjaga perilaku berkiblat ke langit. Meski dalam bentuk simbolik Ka’bah di Mekkah adalah kiblat bagi umat Islam di bumi.

Lain lagi pengakuan Sri Eko Sriyanto Galgendu, seorang Pemimpin Spiritual Nusantara yang dipercaya oleh para pemuka agama di Indonesia, bahwa semua apa yang hendak dia lakukan dasarnya adalah dari bisikan batin yang acap disebut banyak orang sebagai wangsit. Sehingga, asisten pribadinya yang bernama Wowok Pranowo berujar dalam segala bentuk usaha ekonomi yang dilakukan Sri Eko Sriyanto Galgendu yang terbilang sukses dalam membangun usaha Rumah Makan hingga lima gerai ini sejak 12 tahun silam, lebih terkesan menerapkan “management wangsit” kata Wowok Prastowo pada beberapa tahun silam.

Baca Juga  Kapolres Melawi Lakukan Silaturahmi Degan Para Tokoh Agama dan Tokoh Adat Perkuat Sinergitas

Kemampuan yang tidak masuk akal ini, acap dibuktikan pula oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu yang memiliki kemampuan untuk membaca banyak hal yang tidak terlihat. Seperti bencana yang terjadi di bumi — bisa saja karena angin, tapi juga bisa karena bumi itu sendiri yang bergerak — ngolet — atau sempal seperti melakukan oposisi dengan bagian bumi yang lain. Begitulah gerak spiritual yang sulit dipahami oleh akal pikiran, tapi realitasnya terjadi, seperti hujan yang tidak bisa diduga sebelumnya, apalagi hendak dikendalikan semacam air sungai yang cuma bisa diarahkan saja, tanpa bisa dihentikan arusnya yang akan terus menuju muara, entah sampai kapan akan usai.

Baca Juga  Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Siak dirikan Posko Karhutla

Banten, 4 Desember 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *