Padahal kelemahan dari kinerja ASN umumnya adalah tidak adanya penghargaan terhadap prestasi atau kerja ekstra yang telah dilakukan, lalu tiadanya sanksi yang tegas ketika lalai atau lamban dalam menunaikan tugas dan fungsinya, terutama yang terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat.
Kekhawatiran warga masyarakat terhadap pemberlakuan lima hari kerja yang terbelah 2 hari di luar kantor dan 3 hari bekerja di kantor yang dibarengi dengan gerakan efisiensi penggunaan anggaran akan cukup berpengaruh pada mobilitas warga masyarakat dalam melakukan aktivitas rutin sehari-hari, sehingga jadi menghambat kelancaran usaha dalam berbagai bidang di luar pemerintahan.
Efisiensi penggunaan anggaran yang tidak penting — atau upaya membengkakkan besaran biaya yang sesungguhnya dapat diminimalkan besarannya — itulah agaknya yang dapat dikata pemborosan sehingga perlu dilakukan penghematan. Artinya, tidak perlu sampai memangkas suatu kegiatan yang harus dilakukan, hanya karena belum dianggap menjadi keperluan yang dibutuhkan sekarang. Karena tidak sedikit pekerjaan yang harus dilakukan hari ini demi dan untuk keperluan hari esok agar tidak sampai harus menanggung beban kerugian yang timbul kemudian
Pilihan bijak pemerintah melakukan efisiensi penggunaan dana yang dianggap hanya pemborosan ini perlu juga diselaraskan dengan program subsidi untuk rakyat seperti melalui harga bahan kebutuhan pokok dan bahan pangan sehari-hari, agar gerak langkah warga masyarakat dapat lebih ringan untuk menanggung beban ekonomi yang semakin berat.
Karena hanya dengan begitu, kebersamaan dengan rakyat untuk membangun melalui dukungan terhadap semua program yang telah dicanangkan pemerintah akan mendapat dukungan dan sukses.
Sehingga, formula 2 hari kerja di luar kantor dan 3 hari kerja di kantor tidak sampai menimbulkan akses negatif bagi usaha dan segenap bentuk aktivitas rakyat untuk memenuhi kebutuhan dan keperluannya sehari-hari.
Banten, 22 Februari 2025












