XIII Koto Kampar, Kampar – Dewanusantaranews.com – Pengelolaan Dana BKO/BOK di Puskesmas Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar kini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga menilai pihak puskesmas diduga tidak transparan dalam penggunaan anggaran kesehatan yang bersumber dari uang negara tersebut.
Minimnya keterbukaan informasi terkait besaran dana, realisasi kegiatan, hingga laporan penggunaan anggaran memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Bahkan, hingga kini masyarakat mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan terbuka mengenai aliran Dana BKO yang setiap tahun dikucurkan pemerintah untuk menunjang pelayanan kesehatan.
“Ini uang negara, bukan uang pribadi. Kalau pengelolaannya bersih kenapa harus tertutup? Masyarakat berhak tahu kemana dana itu digunakan,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Dana BKO/BOK seharusnya dipergunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, kegiatan posyandu, operasional lapangan, hingga peningkatan pelayanan publik di puskesmas. Namun kondisi di lapangan justru memunculkan dugaan adanya pengelolaan anggaran yang tidak terbuka dan berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana BKO di Puskesmas Gunung Bungsu. Bila ditemukan indikasi penyimpangan, publik meminta agar diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.












