Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Serangan Balik Kapolri Suyudi pasca insiden Penggerebekan Pesantren Halimatul Qur’an Sidoarjo

×

Serangan Balik Kapolri Suyudi pasca insiden Penggerebekan Pesantren Halimatul Qur’an Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dewanusantaranews.com – Beredar operasi senyap div propam polri yang melakukan penangkapan terhadap sejumlah Jenderal Polisi yang dianggap melakukan penyadapan ilegal terhadap presiden dan sejumlah petinggi istana membuka tabir gelap adanya perang pengaruh di internal polri pasca digantinya Kapolri sebelumnya jendral Pol. Listyo oleh Jenderal Polisi Suyudi. Hal ini sungguh mengejutkan karena mantan Kapolri sebelumnya Jendral Polisi Listyo Prabowo menjadi salah satu Jenderal yang ditangkap. Namun sampai saat ini pihak mabes polri belum memberikan penjelasan dan klarifikasi atas kejadian tersebut. Hal ini yang menjadi perhatian dan tanda tanya publik mengenai kebenaran atas kejadian/peristiwa tersebut. Satu hal yang menjadi pelajaran atas peristiwa dan kejadian tersebut merupakan saling serang di tubuh internal kepolisian atas perubahan kepemimpinan kondisi politik yang sedang terjadi.

Baca Juga  Polres Sergai Gagalkan Peredaran Sabu, Dua Remaja Diamankan

● *Operasi “bedol deso” pertama Kapolri Suyudi.*

Modal politik yang kuat menjadikan Jendral Polisi Suyudi sebagai Kapolri dalam waktu yang singkat dan sangat kuat, ini yang menjadikan kepemimpinan Jendral Polisi Suyudi dihari pertama melakukan penggantian terhadap ratusan pejabat polri diseluruh wilayah Indonesia. Hal ini tentu menjadi tsunami di internal tubuh kepolisian yang menimbulkan berkah bagi personil kepolisian yang naik pangkat/jabatannya dalam penugasan baru, namun menjadi musibah bagi anggota/personil yang turun jabatan/downgrade atas perubahan yang terjadi. Dampak dari “bedol deso” tersebut menciptakan gesekan internal dan kecemburuan bahkan tindakan pembangkangan, apalagi masih terdapat matahari kembar dimana eks Kapolri sebelumnya masih bertugas atau belum pensiun. Tentunya perang pengaruh masih terjadi di internal tubuh kepolisian apabila kondisi seperti ini tidak segera dicarikan jalan keluarnya.

Baca Juga  Waka Ops Res Pohuwato Pimpin Sterilisasi Gereja dan Pengecekan Pos Pam Operasi Lilin Otanaha 2025

● *Operasi penggembosan Kapolri Suyudi pada acara Deklarasi sumpah pemuda yang digelar polda metro jaya.*

Aksi demonstrasi mahasiswa pada tanggal 28 Oktober 2026, diwarnai dengan aksi tandingan yang dikemas dengan Deklarasi sumpah pemuda pada tanggal 29 Oktober 2026 yang dimotori oleh Polda Metro Jaya dan Rafi Ahmad sebagai trend setter serta motor dari acara tersebut. Namun acara tersebut menjadi boomerang bagi Polri dan Rafi ahmad karena penuh rekayasa dan manipulasi karena diisi oleh mahasiswa gadungan dan disponsori polda metro jaya sehingga menjadi pergunjingan serta cemoohan masyarakat.

● *Operasi “downgrade citra Kapolri” lewat penggerebekan pesantren Halimatul quran sioarjo.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *