Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Sumut Dewa Nusantara News

Raih Peringkat Empat Nasional, RA Marhamah Labuhanbatu Terpilih Jadi Satuan Pendidikan Ramah Anak 2025

×

Raih Peringkat Empat Nasional, RA Marhamah Labuhanbatu Terpilih Jadi Satuan Pendidikan Ramah Anak 2025

Sebarkan artikel ini

Sumut – Dewanusantaranews.com – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu. Raudhatul Athfal (RA) Marhamah Labuhanbatu yang dipimpin oleh Hj. Marhamah Nasution resmi ditetapkan sebagai salah satu Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) hasil pengembangan tahun 2025 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
Berdasarkan hasil pleno final yang dilaksanakan pada Oktober 2025, RA Marhamah menempati nomor urut ke-4 secara nasional dalam daftar lembaga pendidikan yang lolos verifikasi standar SRA.

Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Layanan Pemenuhan Hak Anak (PHA). Peraturan tersebut mengatur lima bentuk layanan PHA, termasuk pedoman penyelenggaraan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) dan Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP). Kegiatan pengembangan SRA dan PRAP tahun 2025 dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, melalui serangkaian tahapan mulai dari evaluasi mandiri hingga audit tahap dua secara hybrid.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Dr. H. Asbin Pasaribu, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian RA Marhamah yang berhasil meraih status Satuan Pendidikan Ramah Anak sesuai standar nasional.

Baca Juga  PT Pelindo Regional 1 Belawan sambut Kunjungan Kerja Anggota Komisi VII DPR RI di Terminal Penumpang Bandar Deli

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan RA Marhamah yang telah menunjukkan komitmen dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Semoga ke depan benar-benar menjadi sekolah yang sepenuhnya ramah anak, baik dari sisi sarana, tenaga pendidik, maupun pola pembelajaran,” ujar Asbin Pasaribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *