Medan – Dewanusantaranews.com – Sebagai bentuk tanggapan langsung terhadap berbagai tudingan dan kritik yang berkembang di tengah masyarakat terkait kondisi keamanan serta pengelolaan, Rutan Kelas I Medan mengambil langkah tegas. Pihak rutan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area blok hunian guna memastikan seluruh aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan tetap terjaga optimal sesuai standar yang berlaku.
Pihak pengelola menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan tindakan yang diambil senantiasa berpedoman pada Undang-Undang serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengelolaan Rumah Tahanan Negara.
Tidak hanya fokus pada pengawasan keamanan, Rutan Kelas I Medan juga menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Berbagai program kegiatan produktif terus digalakkan dan dikembangkan secara maksimal. Tujuannya adalah mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga memiliki keterampilan, kemandirian, dan jiwa usaha yang tinggi.
Hasil nyata dari pembinaan tersebut sangat beragam dan memiliki nilai ekonomi yang baik. Di antaranya adalah unit usaha pengolahan makanan yang dikelola langsung oleh WBP, seperti produksi tempe, pembuatan roti, serta berbagai jenis produk olahan lainnya yang berkualitas.
Kegiatan-kegiatan ini dinilai sangat penting karena selain mengisi waktu luang dengan hal positif, juga memberikan bekal keterampilan (skill). Dengan demikian, saat nanti WBP menyelesaikan masa hukumannya dan kembali ke tengah masyarakat, mereka sudah memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri dan tidak kembali melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Ditemui terpisah, salah seorang petugas yang berhasil dihubungi oleh tim Dewa Nusantara News dan meminta namanya dirahasiakan, menegaskan bahwa selama ini pihaknya selalu menjaga komunikasi yang baik dengan awak media.
Menurutnya, komunikasi yang dibangun bersifat humanis, transparan, dan selalu sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini dilakukan demi menjaga alur informasi yang jelas dan akurat kepada publik.
Sementara itu, Joshrius, Direktur Eksekutif Lembaga Pemberantas Korupsi dan Penyelamat Indonesia (LPKPI) yang berkantor pusat di Jakarta, juga memberikan tanggapan. Melalui sambungan telepon, ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat, ormas, hingga mahasiswa yang ingin menyampaikan kritik melalui demonstrasi, agar senantiasa bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku.












