Pontianak, Kalimantan Barat – 9 September 2025 – Dewanusantaranews.com – Puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) Dayak Kalimantan Barat menggelar konsolidasi di Rumah Adat Betang Sutoyo, Pontianak, pada Selasa (9/9). Pertemuan ini dilakukan untuk merespons unggahan salah satu akun TikTok bernama Risky Kabah yang diduga menghina masyarakat Dayak dengan menyebut sebagai penganut ilmu hitam dan dukun hitam.
Pernyataan tersebut dinilai melecehkan martabat dan identitas masyarakat adat Dayak, sehingga memicu kegeraman. Dalam konsolidasi itu, para tokoh adat dan perwakilan ormas Dayak sepakat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Bahasa yang disampaikan akun TikTok itu jelas menjolimi dan melecehkan kami sebagai orang Dayak. Ini bukan hanya soal pribadi, tapi penghinaan terhadap seluruh masyarakat Dayak se-Borneo,” tegas Iyen Bagago, salah satu perwakilan masyarakat Dayak dalam pertemuan tersebut.
Iyen menambahkan, pihaknya bersama ormas Dayak Kalbar akan segera melaporkan kasus ini secara resmi ke Polda Kalimantan Barat dengan dasar hukum Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).












