Sementara itu, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan bahwa penyerahan kursi roda bukan sekadar pemberian alat bantu, melainkan pemberian harapan baru serta penegasan bahwa tidak ada satu pun anak di Simalungun yang boleh tertinggal.
“Kursi roda ini adalah kunci pembuka kesempatan agar anak-anak kita bisa bergerak, belajar, bermain dan merajut masa depan dengan lebih mandiri,” ucapnya penuh haru.
Bupati juga memberikan apresiasi mendalam kepada para orang tua yang dengan sabar dan tulus mendampingi anak-anak mereka, serta menegaskan bahwa pemerintah hadir dan tidak membiarkan mereka berjalan sendirian.
“Keterbatasan fisik bukanlah pembatas bagi mimpi kalian. Kalian berhak dicintai, dihargai dan meraih masa depan gemilang,” pesan Bupati kepada anak-anak penerima bantuan.
Bupati juga menginstruksikan dinas terkait untuk terus menyusun program yang ramah disabilitas serta menjadikan Simalungun sebagai Kabupaten Layak Anak yang benar-benar inklusif.
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, dalam sambutannya antara lain berharap, bantuan ini dapat membuka dunia yang lebih luas bagi anak-anak.
Ny Kahiyang juga mengajak para orang tua untuk bangga dan tidak merasa malu terhadap kondisi anak mereka, karena mereka pun memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang.
Mewakili para orang tua, Erlina mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah. “Kami sangat berterima kasih, perhatian ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak kami,” ungkapnya haru.
Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bersama agar sinergi yang telah terjalin terus diperkuat, sehingga lebih banyak kebaikan dan perhatian dapat diberikan bagi pemenuhan hak dan kesejahteraan anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Simalungun.
Laporan AG












