Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Jakarta Dewa Nusantara News

PROF SUTAN NASOMAL : Presiden Jenderal Prabowo Tinggal Mengomandoi Para Kepala Daerah Plus Perintah Hai Gubernur Walikota Kalian Harus Penuhi Janjimu Th 2025 Ini Awas Bila Kau Ingkar Beresss!!!!

×

PROF SUTAN NASOMAL : Presiden Jenderal Prabowo Tinggal Mengomandoi Para Kepala Daerah Plus Perintah Hai Gubernur Walikota Kalian Harus Penuhi Janjimu Th 2025 Ini Awas Bila Kau Ingkar Beresss!!!!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Dewanusantaranews.com – Masyarakat INDONESIA semakin tidak nyaman setelah menyaksikan terjadinya PHK besar besaran akibat tidak ada lagi kemampuan untuk bertahan para pemilik pabrik industri di wilayah INDONESIA

Maka ini berdampak luas pada masyarakat karena dengan tidak adanya pekerjaan kemiskinan semakin tinggi serta berdampak tingkat kejahatan semakin merah.

Apakah yang menyebabkan Masyarakat di berbagai daerah tidak mendapatkan dampak apa apa atau ada manfaatnya ketika telah berjalan banyak proyek yang nilainya ratusan milyar bahkan trilyunan

PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH sebagai pemerhati Masyarakat dan pemerhati Kinerja Kepala Daerah selama 25 tahun ini menyaksikan bahwa begitu banyak perusahaan besar berdiri dengan modal kerja ratusan milyar serta mendapatkan keuntungan dari mengelola SUMBER DAYA ALAM yang di manfaatkan menjadi nilai jual yang menguntungkan puluhan milyar tiap bulannya tetapi Masyarakat di sekitarnya tetap miskin. Bahkan banyak yang EXSTREM MISKIN dengan berpenghasilan di bawah 700.000 tiap bulannya atau kurang dari itu.

Baca Juga  Tim Patroli Perintis Polres Jakbar Gagalkan Aksi Tawuran Remaja Di Kebon Jeruk

Tidak ada dampak perbaikan ekonomi bagi Masyarakat dengan banyaknya perusahaan berdiri di masing masing daerahnya.

PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH berharap besar dan menghimbau kepada Kepala Daerah yang sudah memiliki jabatan sebagai Gubernur, Walikota, Bupati, lebih mengutamakan kepentingan ekonomi Masyarakat.
Kemudahan memberikan perijinan kepada para pemilik modal industri harus dengan memperhatikan HAK MASYARAKAT untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan kesejahteraan. Jangan hanya mendapatkan cerita dongeng saja bahwa semakin banyak para pemodal besar membangun industri akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan mensejahterakan Masyarakat.

25 tahun ini perkebunan Masyarakat di ambil oleh perusahaan nasional atau asing.
Berdampak luar biasa menciptakan kemiskinan di banyak daerah. Bahkan banyak yang harus di gusur pindah dari Desa Desanya ke wilayah yang jauh. Tidak ada dampak ekonomis untuk Masyarakat setempat.

Baca Juga  RSPPN Soedirman Terima Alat Terapi Stroke Dengen Teknologi AI

45 tahun ini hutan di babat dan menjadi alih fungsi lahan yang tidak ada manfaatnya untuk Masyarakat yang sudah menjaga hutan ini selama ribuan tahun dan dari turun temurun hutan ini memberikan hasil untuk Masyarakat lokal sehingga tercukupi untuk kehidupan yang sejahtera. Setelah ribuan hektar hutan di babat maka berdampak pada munculnya bencana alam dan kerugian yang juga besar pada Masyarakat. Banjir setiap musim hujan. Tanah bergerak. Sumber sumber air di gunung menghilang. Sungai mengering. Sawah dan ladang mati serta hilanglah kebahagiaan Masyarakat adat lokal.
Begitu juga kemiskinan pada Masyarakat Nelayan. Semakin mahal ongkos melaut karena sumber sumber ikan telah rusak dengan pencemaran serta dampak pembangunan.

Baca Juga  PROF SUTAN NASOMAL JENDERAL KOMPII ; MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PRESIDEN RI ATAS 150 HARI GEBRAKANNYA

Kata orang tua dulu
Membangun Negara yang sehat harus menggunakan ILMU KESEIMBANGAN ALAM serta ILMU KEADILAN ALAM & MANUSIA. Karena harus di jaga baik baik agar tidak ada bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *