Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

PROF SUTAN NASOMAL : PERANG NUKLIR BISA TERJADI, DI HIMBAU PRESIDEN RI JENDERAL PRABOWO SUBIANTO LEBIH WASPADA UNTUK MENJAGA SEGALA KEMUNGKINAN YANG TERJADI TIDAK TERJADI DI INDONESIA NKRI

×

PROF SUTAN NASOMAL : PERANG NUKLIR BISA TERJADI, DI HIMBAU PRESIDEN RI JENDERAL PRABOWO SUBIANTO LEBIH WASPADA UNTUK MENJAGA SEGALA KEMUNGKINAN YANG TERJADI TIDAK TERJADI DI INDONESIA NKRI

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Dewanusantaranews.com – Peningkatan ketegangan dampak perang yang melibatkan beberapa negara di PALESTINA menciptakan persoalan baru. Negara negara yang terlibat perang baik langsung atau tidak langsung maka di butuhkan kekuatan dorongan Ekonomi serta dukungan Masyarakatnya.

Amerika menerapkan kebijakan TEX atau pajak tinggi untuk beberapa importir Dunia agar bisa memperbaiki kesemerautan ekonomi Amerika. Bisa terlihat pengangguran meningkat terus dan melemahnya Industri amerika di kancah dunia. Ongkos perang yang ditanggung Amerika dengan mendukung ISRAEL merampas palestina sangat tinggi. Maka Amerika dengan sangat brutal mengambil sikap melalui pajak.

Prof Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati kondisi ekonomi Global dan pemerhati konflik perang di Timur Tengah juga pakar hukum internasional juga Presiden Partai Oposisi Merdeka Menyampaikan kepada media. Bahwa sangat serius saat ini menuju Perang Nuklir.

Baca Juga  Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak, Satgas Yonif 642/Kps Terus Laksanakan Program Makan Bergizi

Apa yang bisa memaksakan Perang Nuklir terjadi di tahun 2025 :

Seperti Lomba Olimpiade Dunia. Setiap pertandingan di butuhkan pemenang dan JAGO yang di akui Dunia.
Begitu juga dengan istilahnya :

Perang POLITIK
Perang EKONOMI
Perang KEDAULATAN

Kewaspadaan INDONESIA harus sangat ditingkatkan melihat upaya perang NUKLIR ini sedang di paksakan akan terjadi.

ISRAEL yang telah melanggar semua hukum dari perang yang di ciptakan dengan merampas negara PALESTINA. Melakukan genosida. Memaksakan diri ingin di akui sebagai JAGO perang guna melemahkan semua para pemimpin negara negara di Dunia dengan dukungan Amerika & NATO.

Selain itu ketegangan antara Amerika dengan Iran China Yaman serta Rusia terlihat dengan cara cara Amerika mendukung Israel melalui mengirimkan peralatan perang tingkat berat, tidak ada menimbangkan bahwa pelanggaran hukum International telah dilakukan terang terangan. Tidak ada sama sekali mau mendengar serta mengikuti permohonan PBB agar menghentikan perang antara Israel dan Palestina.

Baca Juga  Sat Binmas Polres Tebing Tinggi Himbau Masyarakat Untuk Waspada Penipuan Online

Selain itu Amerika juga merasa sangat terganggu dengan serangan barang hasil industri china serta negara negara kelas dua yang menguasai Pasar Dunia serta pasar bebas dari Online.

Perang ekonomi tidak akan bisa berhenti karena kekuatan ekonomi adalah syarat mutlak menjadi negara sehat dan sedikit penganggurannya. Bila hal itu terganggu maka Perang dengan konflik senjata bisa terjadi karena pertimbangan politik.

Setelah Pandemi Covid berlalu para ahli ekonomi mencatat beberapa negara ekonominya rusak serta pengangguran meningkat tajam. Kamar Dagang Industrinya lumpuh. Apalagi tidak mampu melakukan terobosan dari sektor lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *