INDONESIA juga mengalami tekanan politik dan terkanan ekonomi yang sangat berat karena 10 tahun ke belakang gagal membangun strategi pertahanan negara baik di sektor pertanian, perdagangan, hukum, kemudian kekuatan militer, serta persiapan dampak geopolitik 2014 sampai 2045. Pertumbuhan penduduk tidak sesuai dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan. Kemajuan tekhnologi pertanian tertinggal jauh. Kemajuan Tekhnologi Industri tertinggal jauh sehingga sulit bisa ikut menyaingi pasar dunia. Kemajuan industri militer juga tertinggal jauh. Maka perlu kesadaran yang tinggi pemimpin INDONESIA untuk memperbaiki di masa seperti saat ini.
Janganlah INDONESIA menjadi negara dengan tingkat tertinggi penganggurannya
Tingkat Pengangguran Pemuda di tingkat dunia :
Pengangguran di Amerika lebih dari 6%
Pengangguran di Eropa lebih dari 10%
Pengangguran di Saudi Arabia lebih dari 7%
IMF mencatat tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5,2 persen per April 2024. Kemudian, disusul Filipina sebesar 5,1 persen, Brunei Darussalam sebesar 4,9 persen, Malaysia sebesar 3,52 persen, Vietnam sebesar 2,1 persen, Singapura sebesar 1,9 persen, dan Thailand sebesar 1,1 persen.
Setelah memasuki tahun 2025 begitu banyak pabrik yang menutup usahanya di INDONESIA sehingga pengangguran semakin bertambah banyak.
Kebijakan negara Amerika menentukan tex tinggi atau pajak tinggi untuk INDONESIA juga memberikan dampak besar terhadap industri yang melakukan pengiriman barang hasil produknya ke Amerika.
Dunia sedang melakukan PERANG EKONOMI dengan tidak sehat. Maka bisa di prediksi akan terjadi kehancuran tatanan ekonomi yang sangat buruk di negara kelas dua atau kelas tiga.
Di Duga Amerika butuh anggaran DANA besar untuk memperpanjang perang membantu ISRAEL agar menang melawan Palestina serta bisa menundukkan semua negara negara di timur tengah. Kemudian menguasai pergerakan ekonomi di tingkat Dunia.
Prof Dr KH Sutan Nasomal menghimbau Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto agar lebih berani mengambil keputusan mengutamakan keselamatan Negara Indonesia bila perang nuklir terjadi di tahun 2025. Waktu yang ada agar di manfaatkan mengembangkan pertahanan keamanan Indonesia. Selain itu Presiden RI perlu merangkul para petani nelayan dan para pelaku UMKM agar ciptakan kekuatan baru yang mampu menyelamatkan Negara Indonesia.
Presiden RI harus duduk bareng bersama Pemuda Indonesia. Persoalan Besar yang di tanggung oleh Negara Indonesia tidak mungkin bisa selesai dengan adanya terpisah jarak antara Presiden RI dengan Rakyatnya.
Masa Depan Indonesia ditangan Presiden RI saat ini.
Narasumber : Prof Dr KH Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional yang Juga Presiden Partai Oposisi Merdeka 08118419260.












