Kata “ilmu” disebutkan lebih dari 100 kali dalam Al-Quran, menunjukkan betapa pentingnya kedudukan ilmu bagi seorang Muslim. Terlebih, ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca.
Syaikh Al-Azhar juga menekankan pentingnya kaitan antara ilmu dan iman. “Berimanlah dengan ilmu agar menjadi keyakinan yang kuat,” ujarnya.
Di hadapan sekitar 600 pimpinan pesantren, beliau menghimbau agar pesantren mengajarkan pengetahuan Islam secara luas dan komprehensif, termasuk keragaman pendapat dalam madzhab, baik dalam akidah maupun fiqh ibadah.
Himbauan Grand Syaikh Al-Azhar bertujuan agar anak didik kita memiliki wawasan luas dan sikap toleran. Beliau menekankan agar tidak terlalu kaku atau terlalu longgar, melainkan bersikap wasatiyah. Semua pendapat dalam madzhab harus dikaji secara mendalam, hingga ke akar masalah dan dasar argumentasinya. Inilah manhaj yang diajarkan dalam tradisi Al-Azhar hingga saat ini.
Di akhir tausiyahnya, beliau mengapresiasi peran dan capaian yang telah diraih Darunnajah. Ia optimis Darunnajah akan terus berkembang dan maju. GSA juga berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada Darunnajah dan pesantren-pesantren pada umumnya.
Grand Syaikh menyatakan sangat senang dan gembira atas sambutan yang meriah, yang menunjukkan kecintaan masyarakat Indonesia kepada Al-Azhar.
Hadir dalam acara tersebut lebih dari 600 pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam asosiasi FPAG, FKPM, P2i, dan lainnya.
(18-07-2024).












