Menanggapi tingginya angka pengangguran dan banyaknya pekerja migran ilegal dari Sumut, Pemprov berkomitmen menyiapkan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja agar siap kerja di pasar global secara legal dan aman.
“Nantinya akan disiapkan tempat pelatihan guna menyiapkan angkatan kerja yang profesional dan legal untuk diperjakan di luar negeri dan dalam negeri,” ujar Gubsu.
Gubsu juga memuji kesiapan pengamanan humanis yang dilakukan jajaran Poldasu dalam mengamankan jalannya perayaan May Day di Sumatera Utara.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Peringatan Hari Buruh Internasional Noviandi yang mengatakan, kami sangat mengapresiasi Pemprovsu dan Poldasu yang saling berjibaku bersama-sama mensukseskan acara ini dalam mengumpulkan massa untuk melaksanakan May Day dengan damai demi mendukung terwujudnya Kamtibmas yang kondusif. “Pengamanan Polri melekat dan maksimal sehingga perayaan May Day berjalan aman dan maksimal,”jelasnya.
peringatan Hari Buruh tahun 2025, lanjut Noviandi, dihadiri seribu lebih buruh yang berasal dari 75 serikat buruh/serikat pekerja yang ada di Sumatera Utara.
“Ada seribu lebih buruh yang menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional sekaligus memberikan penghargaan kepada Enam ketua serikat buruh pekerja yang dianggap berjasa dalam memperjuangan hak-hak buruh,”jelasnya.
Selain itu, tambah Noviandi, untuk memeriahkan peringatan Hari Buruh Internasional itu, pihaknya mengadakan berbagai kegiatan selama dua hari yakni Job Fair 2025 yang diikuti 50 perusahaan, pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, memberikan pelayanan publik terkait pembayaran pajak STNK, pelayanan perpanjangan SIM di Mobil Pelayanan SIM Keliling dan donor darah.
“Kami berharap, ke depan dukungan anggaran dari pemerintah daerah bisa memperkuat peran serikat pekerja dalam mendampingi buruh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis,” ujar Noviandi. *(Tim)*












