Sementara itu, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap ratusan titik lahan target pembangunan. Dari hasil pendataan, sebagian sudah masuk tahap program, namun masih banyak yang dalam proses verifikasi status legalitas.
Untuk mencapai zona aman kita harus 138 titik pada bulan April,Yang suda masuk 112 dan kita kurang 26 titik lokasi Koperasi KDKMP “Total titik yang kita petakan cukup banyak. Sebagian sudah masuk program pembangunan, sebagian lagi masih dalam proses. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kita masih cukup besar,” jelasnya.
Salah satu kendala utama yang ditemukan di lapangan adalah status lahan yang belum jelas serta adanya bangunan aktif di atas lahan yang direncanakan. Kondisi ini membuat proses administrasi menjadi lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Untuk mengatasinya, Dandim menyebutkan telah dibentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai unsur. Tim ini bertugas mempercepat verifikasi data dan penyelesaian masalah di lapangan secara langsung, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk memulai pembangunan.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Demi percepatan realisasi kegiatan, pihaknya bahkan membuka peluang penyesuaian standar luas lahan selama masih dalam batas toleransi dan tidak mengganggu fungsi utama bangunan.
“Yang penting adalah solusi. Kalau memang luas lahan tidak ideal, masih bisa kita toleransi selama tidak mengganggu fungsi utama. Ini demi percepatan pembangunan yang manfaatnya kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Rakor yang berlangsung konstruktif ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan sesi foto bersama, menandai komitmen kuat seluruh pihak untuk mewujudkan pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Laporan anton garingging












