Sementara itu, Ketua DP MUI Simalungun, H Ikhwanuddin Nasution, menyatakan bahwa pengukuhan ini merupakan amanah sekaligus amal jariyah. Ia mengajak seluruh pengurus untuk tidak terfokus pada jabatan, melainkan berorientasi pada ridha Allah SWT.
“Tema kita adalah Sinergi Ulama dan Umaroh dalam Mewujudkan Simalungun yang Maju, Harmonis dan Berakhlak. MUI harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan ketenangan, membangun kerukunan, serta bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Simalungun, H. Ki Darjad Purba, juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bersatu dan bersinergi dalam memajukan MUI serta Kabupaten Simalungun.
Dalam sambutannya, Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, menyampaikan bahwa peran ulama sangat strategis dalam menjaga moral dan akhlak masyarakat. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Simalungun yang hampir mencapai satu juta jiwa, diperlukan sinergi kuat antara MUI dan Pemkab Simalungun untuk mewujudkan Habonaron Do Bona.
“Mari kita tidak mempermasalahkan perbedaan, melainkan bersatu untuk membangun Simalungun. MUI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kemajuan daerah,” tegas Bupati.
Acara ditutup dengan penyerahan berita acara serah terima kendaraan roda empat sebagai sarana mobilisasi DP MUI Kabupaten Simalungun dari Pemerintah Kabupaten Simalungun kepada MUI Simalungun.
Hadir dalam acara tersebut antara lain unsur Forkopimda, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Sekretaris Daerah, Mixnon Andreas Simamora bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, para camat, ulama, pengurus Organisasi masyarakat Islam, serta undangan lainnya.
Melalui kepengurusan baru ini, diharapkan MUI Simalungun semakin aktif berperan sebagai pusat fatwa, dakwah, ukhuwah, serta penggerak kerukunan umat beragama di Kabupaten Simalungun.
(Red) Taruli clarisa Tambunan.SE












