Simalungun – Dewanusantaranews.com – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Berdaulat (GAMPAS) menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Simalungun pada Jumat, 05 Juni 2026. Aksi tersebut dipimpin oleh Andry Napitupulu, S.H., selaku Pimpinan Aksi dan Indra Simarmata selaku Koordinator Lapangan.
Aksi ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan penegakan hukum yang menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Simalungun. GAMPAS menilai masih terdapat sejumlah kasus dan persoalan hukum yang memerlukan perhatian serius dari jajaran Polres Simalungun.
Dalam pelaksanaan aksi, massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat berupaya memasuki area Polres Simalungun. Namun situasi tetap berlangsung kondusif dan massa akhirnya berhasil memasuki halaman Polres Simalungun untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sambil menunggu kedatangan Kapolres Simalungun, massa melakukan orasi di depan Gedung Kapolres dan menyampaikan berbagai tuntutan terkait penegakan hukum, pemberantasan narkoba, perjudian, pelayanan publik, serta penanganan sejumlah laporan masyarakat.
Setelah beberapa waktu, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang bersama Kasat Intelkam, Wakapolres, Kasat Reskrim diwakili KBO, Kasat Narkoba dan Kasat Lantas menemui massa aksi untuk berdialog secara terbuka di lapangan Polres Simalungun.
Dalam dialog tersebut, massa aksi menegaskan bahwa masyarakat menginginkan penegakan hukum yang profesional, transparan dan tanpa pandang bulu. Massa juga menyampaikan laporan terkait dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh salah satu anak pangulu di Kabupaten Simalungun dan meminta agar laporan tersebut segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menanggapi tuntutan yang disampaikan, Kapolres Simalungun berjanji akan menindaklanjuti seluruh aspirasi dan laporan masyarakat yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Pimpinan Aksi, Andry Napitupulu, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa dan pemuda terhadap jalannya penegakan hukum di Kabupaten Simalungun.
“Kami hadir untuk menyampaikan suara masyarakat yang menginginkan keadilan dan kepastian hukum. Apa yang kami sampaikan hari ini merupakan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat dan harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran Polres Simalungun,” ujarnya.
Menurut Andry, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian harus dijaga melalui tindakan nyata dalam menangani setiap laporan dan persoalan hukum.
“Kami berharap seluruh tuntutan yang kami sampaikan tidak hanya menjadi bahan diskusi semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti secara profesional dan transparan,” tegasnya.












