Namun, pelaksanaan HAM di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, seperti Tragedi 1965, Timor Timur dan kasus penculikan aktivis, belum sepenuhnya diselesaikan. Proses hukum yang lambat serta kurangnya pelaku menjadi kendala utama. Selain itu, isu pelanggaran HAM di Papua, perlindungan kebebasan beragama, serta konflik agraria menunjukkan masih adanya kesenjangan antara regulasi dan implementasi.
Kendati demikian, berbagai inisiatif dari masyarakat sipil terus memberikan tekanan kepada pemerintah untuk meningkatkan penghormatan terhadap HAM. Aktivisme digital, advokasi hukum, dan kampanye internasional menjadi alat penting dalam memperjuangkan keadilan. Peran lembaga peradilan juga mengalami perbaikan meskipun masih jauh dari ideal.
Secara keseluruhan, pelaksanaan HAM di Indonesia mengalami kemajuan signifikan, namun masih terdapat pekerjaan rumah besar untuk memastikan bahwa hak-hak dasar dihormati dan dilindungi. Diperlukan sinergi antara pemerintah masyarakat sipil dan komunitas internasional untuk mempercepat proses ini.
Ketua LSM Jager Adeng Ahmad Syafan Menanggapi Forum Group Discussion ” Saya mengapresiasi Kominda menghadirkan narasumber pakar HAM, dalam pemaparan diskusi tadi untuk masyarakat khususnya anggota LSM JAGER dalam diskusi tersebut, sebagai upaya berjuang bersama-sama memahami apa arti HAM yang layak dan ideal. Karena begitu rentannya dengan penyalahgunaan anggapan atas batasan-batasannya sehingga sulit untuk mendapatkan dengan maximal pemenuhan HAM yang ideal”.
“Untuk kedepannya bimbingan dan pemaparan HAM dari pakar untuk masyarakat dan pemerintahan serta pihak-pihak lainnya terus dilaksanakan agar bisa lebih faham secara detail mana hak dan kewajibannya, terutama LSM JAGER (Jalinan Generasi Reformasi) masih butuh bimbingan demi tercapainya tujuan organisasi menciptakan kader anak bangsa yg bermoral pintar solid dan berani”, harapan Ketua Umum LSM Jager. (Barat).












