Di samping itu, sejumlah daerah lain di Sumatera Utara juga masuk dalam kategori yang sama, yaitu Kota Binjai dan Kota Pematang Siantar, keduanya berada pada rentang skor 3,50 hingga 3,55. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan dan kemajuan pembangunan di wilayah ini berjalan dinamis dan saling mendorong satu sama lain.
Menanggapi hasil pemetaan ini, Bupati Simalungun Dr. H. Antorn Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, menyampaikan bahwa pencapaian masuk ke dalam kluster performa menengah atas adalah sebuah hasil yang patut disyukuri.
“Kita berharap posisi ini ke depannya tidak mengendurkan semangat kami, melainkan menjadi dorongan untuk terus berusaha agar Kabupaten Simalungun dapat naik kelas dan masuk ke dalam kluster performa tertinggi di Sumatera Utara. Kita juga optimis Simalungun semakin maju, apalagi posisi pertumbuhan ekonomi kita tertinggi setelah Medan,” ujar Mixnon Andreas Simamora, menggambarkan tekad kuat pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Mixnon juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia mengajak seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk saling berkolaborasi, bergandengan tangan, dan bersinergi dalam setiap langkah kebijakan. Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan IDSD, yang menjadi tolok ukur utama kemampuan daerah bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Indeks Daya Saing Daerah sendiri diukur berdasarkan empat pilar utama yang menjadi penopang kemajuan suatu daerah, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia, kestabilan dan potensi Pasar, kekuatan Ekosistem Inovasi, serta ketersediaan dan kualitas Lingkungan Pendukung.
Dengan memperkuat keempat aspek ini satu per satu secara terencana dan berkesinambungan, Kabupaten Simalungun optimis dapat meningkatkan posisinya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Laporan AG/Taruli Clarisa Tambunan SE












