Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Perjalanan Spiritual Sri Eko Sriyanto Galgendu Yang Gigih dan Tangguh

×

Jacob Ereste : Perjalanan Spiritual Sri Eko Sriyanto Galgendu Yang Gigih dan Tangguh

Sebarkan artikel ini

Sang istri pun — Dyah Sutijiningtias bersama tiga putrinya yang cantik dan cerdas yang juga memilih jalan aktivis dari sisi yang lain — terkesan sangat mendukung apa yang dilakukan Sri Eko Sriyanto bergiat di berbagai bidang sosial, terutama yang berkaitan dengan gerakan kesadaran dan pemahaman spiritual yang makin nyata diperlukan bagi setiap orang untuk mengimbangi hasrat dan ambisi yang terbius oleh material. Karena itu, pemahaman yang terkilir pada orientasi materialistik inilah satu diantara dari kesalahan berpikir yang perlu dibenahi dari laku spiritual yang penting serta perlu mendapat perhatian untuk diperlakukan secara seimbang. Sehingga budaya korupsi pun dapat dihentikan untuk tidak dikakukan seperti yang terlanjur marak dilakukan oleh banyak orang di negeri kita sampai hari ini. Akibatnya, budaya korupsi bukan hanya merugikan negara dan tidak cuma menambah derita bagi rakyat, tapi pemerintah sendiri menjadi bertambah pekerjaan hingga ongkos untuk mencegah serta melakukan pemberantasan. Sedangkan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi itu pun acap terjadi pula penyelewengan dan penyimpangan yang menambah beban berat bagi negara.

Baca Juga  Memanas di Panipahan! Aksi Massa Nyaris Ricuh, Brimob Polda Riau Tampil Humanis Redam Situasi

Itulah sebabnya dorongan dari beberapa teman untuk segera membukukan sejumlah tulisan yang berkisar pada gerakan kesadaran dan pemahaman spiritual yang dilakukan dalam laku dan praktek hidup setta kehidupan sehari-hari oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu patut diapresiasi untuk segera dipersiapkan tahapan program penerbitannya.

Awal dari gugahan semangat untuk membukukan kumpulan tulisan tentang kesaksian perjalan spiritual ini, bisa menjadi penakar minat yang serius dari masyarakat untuk membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual pada peralihan peradaban yang semakin mengawang-awang hendak menyunggi langit. Sementara artifisial intelligence telah mengambil bagian yang maha penting dalam kehidupan manusia di bumi, hingga semakin jauh terpelanting dari wilayah spiritual tersuruk dalam wilayah intelektual yang tak mungkin maksimal mampu mendekati Tuhan.

Baca Juga  Satu Diburon, Satu Orang Pencurian Tas Berhasil Diamankan Polsek Siantar Utara

Perjalanan spiritual yang telah ditempuh 28 tahun oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu yang ditandai dengan berakhirnya puasa pala — tiada pernah menikmati hasil yang dapat dia wujudkan selama 10 tahun terakhir — telah dia selesaikan pada tahun 2024 lalu. Sehingga sekarang dapat konsentrasi menata usaha bisnis kuliner untuk menjadi penunjang program besar yang sangat dia harapkan dapat segera terwujud dalam waktu dekat. Program besar yang spektakuler ini pun, dia harap tidak perlu dipublikasikan, sebelum waktunya kelak sudah siap hendak dilaksanakan, tandasnya saat pertemuan rutin Senin – Kamis pekan kemarin di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat.

Baca Juga  Sosialisasi Transformasi Posyandu 6 SPM di Kecamatan Bandar: Posyandu Garda Terdepan Pelayanan Dasar Masyarakat

Banten, 1 Januari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *