Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Majalah Potret Pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin & Spiritualitas Diri Kita

×

Jacob Ereste : Majalah Potret Pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin & Spiritualitas Diri Kita

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Tadinya saya membayangkan Majalah Potret tidak saja merekam wajah nyata dari apa yang tampak, tapi juga dari sesuatu yang abstrak, tak terlihat oleh kasat mata seperti suasana kebatinan atau laku spiritualitas manusia yang asyik mendekati Tuhan. Suasana kebatinan itu yang lebih sederhana bagi saya sama dengan uniknya potret yang merekam suatu kejadian atau pristiwa yang langka seperti banjir bandang yang mendadak datang. Atau suatu insiden yang berlangsung sesaat, tanpa bisa direka ulang.

Yang paling sederhana misalnya semacam peristiwa 30-an tahun silam ketika satu uni kendaraan pengangkut bahan bakar minyak terbakar persis di atas jembatan panjang yang begitu cepat apinya berkobar. Tetapi sang sopir tetap sadar dan tenang untuk meneruskan laju kendaraan yang dikendalikannya untuk melintas di jembatan yang sangat vital itu, bila sampai ikut melengkung atau terpatah dan amblas ke dalam sungai yang luas dan deras.

Baca Juga  Aklamasi di Musyawarah PASI Pontianak : Akbar Ramadhan Resmi Nahkodai Periode 2025–2029, Akhiri Era Herman Hofi Munawar

Seorang kawan jurnalis yang jauh berada di kota usai mendapat kabar adanya kendaraan pengangkut bahan bakar minyak yang meletup di ujung jembatan itu akibat tersulut api yang entah berantah asal muasalnya. Sekitar tiga puluh menit kemudian baru sang jurnalis yang tangguh itu sampai di tempat kejadian. Tentu saja letupan kendaraan pengangkut bahan bakar minyak itu sudah mulai mereda. Tinggal tersisa sebagian dari kerangka kendaraan itu mengeluarkan api-api kecil seperti sudah lelah melantak habis kendaraan pengangkut bahan bakar minyak itu yang teronggok seakan tak lagi berdaya.

Cerita sang jurnalis yang terlambat beberapa menit saja itu, tentu saja cuma tetap perlu mengabadikan gambar kendaraan yang menjadi arang di ujung jembatan yang juga nyaris ikut menjadi korban.

Baca Juga  Dorong Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah

Namun naluri investigasi sang jurnalis yang sudah menjulang tinggi sinyal penangkapan insting investigasinya itu terus berupaya menghimpun informasi dari masyarakat sekitar yang ikut menjadi saksi kejadian. Dari seorang penduduk setempat, dia bercerita ada tukang potret di kampung itu yang sempat mengabadikan peristiwa kebakaran itu sejak awal hingga riwayat kendaraan itu tamat dilumat api yang membara layak ingin membakar langit saat bahan bakar minyak itu muncrat — neledak — akibat tersulut api yang panas.

Intinya dari insting investigasi sang jurnalis yang tak mengenal menyerah ini dia bisa mendapatkan dokumen terbaik dari tukang foto profesional yang ada di kampung kejadian itu terjadi. Sehingga untuk sajian jurnalistik karya yang dia peroleh dari dokumen fotografer kelas kampung itu menjadi penghias head line yang lengkap dan top news dalam sajian untuk pembacanya ketika itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *