Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Catatan 100 Hari Dari Kabinet 100 Menteri Prabowo Subianto Saatnya Untuk Direshuffle

×

Jacob Ereste : Catatan 100 Hari Dari Kabinet 100 Menteri Prabowo Subianto Saatnya Untuk Direshuffle

Sebarkan artikel ini

Segenap sumber daya manusia perlu diarahkan agar bisa produktif dalam bidang pekerjaannya masing-masing termasuk aparatur negara dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Karena itu bagi pejabat negara yang salah urus, tidak serius menunaikan fungsi dan tugasnya perlu benahi, bila tidak harus segera disingkirkan, agar tidak sampai menjadi penghambat dalam percepatan rencana pembangunan yang diinginkan.

Harapan terhadap pemerintahan Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan program yang terkait dengan upaya untuk pemberdayaan segenap sumber daya masyarakat — kualitas dan kuantitas manusia serta semua peluang yang dapat dimaksimalkan hendaknya dapat terus didorong, disupport serta mendapat bantuan seperlunya sehingga dapat produktif, kreatif dan inovatif untuk ikut membuka peluang maupun kesempatan usaha bagi banyak orang, agar tidak menjadi beban atau bahkan penghambat laju pembangunan bagi bangsa dan negara Indonesia yang sedang memasuki persaingan global dalam semua bidang pekerjaan maupun usaha.

Baca Juga  Gerakan Pemuda Bersatu Melawan Korupsi (GPBMK) Desak KPK Segera Tangkap Sekjen PDI Perjuangan

Pemenggalan sistem distribusi gas elpiji dari para pengecer, jelas sangat merugikan masyarakat, karena harus antre langsung melalui agen yang relatif jauh dari tempat pemukiman warga masyarakat kecil yang sangat membutuhkannya, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli gas elpiji dari agen yang jumlahnya sangat terbatas. Akibatnya, wajar ada praduga dan kecurigaan permainan yang tidak sehat dan tidak baik untuk memberi peluang monopoli yang terbukti telah membuat kepanikan dan kemarahan rakyat. Bahkan di beberapa tempat telah merenggut korban nyawa rakyat yang sudah susah menjadi bertambah susah.

Dari berbagai catatan 100 hari perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kiranya cukup sudah untuk dievaluasi terhadap mereka yang tidak serius bekerja untuk rakyat itu, karena cuma tampak ingin mencari sensasi dan popularitas — atau sungguh hendak membangun jaringan bisnis pribadi seperti yang banyak diduga oleh rakyat yang tak mampu meneriakkan suara hati nuraninya.

Baca Juga  Witel Sumut Berikan Dukungan Digitalisasi Untuk YP Jabal Rahmah Mulia Medan

Oleh karena itu, hasrat Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan benalu-benalu yang tersisa dan kini terus bergelayutan di dalam Kabinet Merah Putih yang harus bersih ikhlas berjuang untuk rakyat perlu segera dibersihkan, agar tidak menjadi penghambat, atau bahkan seperti kutu busuk atau musuh yang justru ada dalam selimut kita.

 

Banten, 7 Februari 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *