Hoaks tentang Polri sangat berbahaya karena merusak kepercayaan masyarakat. “Hoaks tentang Polri, khususnya tentang pejabat Polri seperti Kapolres, sangat berbahaya. Ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap Polri, merusak reputasi institusi, dan menciptakan kegaduhan sosial. Pelaku hoaks ini sangat tidak bertanggung jawab,” ungkap AKP Verry dengan tegas.
Kasi Humas juga menjelaskan cara mengidentifikasi hoaks. “Ciri-ciri hoaks biasanya: narasi yang sensasional dan provokatif, sumber yang tidak jelas, tidak ada konfirmasi resmi, ada kesalahan fakta yang mendasar seperti nama institusi atau lokasi, dan gambar yang terlihat hasil editan atau AI,” kata AKP Verry memberikan tips.
“Untuk hoaks ‘Kapolres Toraja Kalsel’ ini, ada beberapa ciri yang jelas: tidak ada institusi bernama Polres Toraja Kalsel, gambar terlihat hasil AI, dan tidak ada pernyataan resmi dari Polri. Ini sudah sangat jelas bahwa ini adalah hoaks,” tambah Kasi Humas.
Masyarakat yang menemukan hoaks diimbau untuk melaporkan. “Kalau Anda menemukan hoaks tentang Polri atau institusi lainnya, jangan disebarkan. Laporkan ke pihak berwenang: Polri, Kominfo, atau platform media sosial tempat hoaks tersebut beredar. Dengan melaporkan, Anda membantu menghentikan penyebaran hoaks,” ungkap AKP Verry.
Kasi Humas juga mengimbau platform media sosial untuk lebih aktif mendeteksi dan menghapus hoaks. “Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya harus lebih aktif mendeteksi dan menghapus konten hoaks, khususnya yang menggunakan teknologi AI untuk menyesatkan. Mereka punya tanggung jawab sosial untuk itu,” kata AKP Verry.
Edukasi literasi digital sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks. “Masyarakat perlu diedukasi tentang literasi digital: bagaimana cara mengidentifikasi hoaks, bagaimana cara cek fakta, bagaimana cara bermedia sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Ini adalah kunci untuk mencegah penyebaran hoaks,” ungkap Kasi Humas.
Di akhir imbauan nya, Kasi Humas menyampaikan pesan tegas. “Kepada seluruh masyarakat, khususnya netizen di media sosial: mari kita bersama-sama melawan hoaks dengan cara saring sebelum sharing, cek kebenaran sebelum menyebarkan, dan laporkan hoaks yang Anda temukan. Jangan jadi bagian dari penyebar hoaks. Jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Mari bijak bermedia sosial!” pungkas AKP Verry Purba menutup imbauan nya dengan harapan masyarakat Simalungun dan Indonesia lebih cerdas dan kritis dalam bermedia sosial sehingga hoaks tidak mudah menyebar dan merusak.
Laporan anton garingging












