Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
BeritaPekanbaru Nusantara News

Gencarnya Kasus Kematian Vina Cirebon, Ketua KNPI Riau Bilang Pengalihan Isu Kasus Korupsi Timah Rp 271 T

×

Gencarnya Kasus Kematian Vina Cirebon, Ketua KNPI Riau Bilang Pengalihan Isu Kasus Korupsi Timah Rp 271 T

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU | Dewanusantaranews.com – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau Periode 2022-2025 mencium aroma tak sedap atas begitu gencarnya pemberitaan seputar Kasus Kematian “Vina Cirebon”.

Bahkan yang paling anehnya lagi, Vina Cirebon Mati dibunuh oleh pria yang naksir dengannya namun justru di Ludahi Vina, atas perlakuannya itu Vina Cirebon Mati di Bunuh pada tanggal 27 Agustus 2016.

“Bayangkan saja! sudah 8 (delapan) tahun berlalu, tapi kenapa kasus ini terlalu heboh di pemberitaan nasional? gencar kali pola cipta kondisinya. Ini benar-benar Pengalihan Isu yang sangat dahsyat. Siapa sebenarnya dibalik aksi sinetron yang murahan ini? Vina Cirebon itu siapa sih? kok ngeri-ngeri sedap gaya pengacaranya si Hotman Paris itu? tegas kami sampaikan, bahwa kasus Kematian Vina Cirebon erat kaitannya dengan Pola Pengalihan Isu” ungkap Larshen Yunus.

Baca Juga  Polri Buka Pendaftaran SMA Taruna Kemala Bhayangkara TA.2025/2026

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu menjelaskan, bahwa Pengalihan Isu yang dimaksud terkait dengan Tenggelamnya Pemberitaan seputar Kasus Korupsi Tambang Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp.271 Triliun.

Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik itu katakan, bahwa Pola Pengalihan Isu kerap dilakukan oleh kelompok tertentu, bukan saja dari kalangan Masyarakat Sipil, namun juga berasal dari Kelompok Pejabat dan Aparat Penegak Hukum (APH).

Ketua Larshen Yunus pastikan, bahwa DPD I KNPI Provinsi Riau segera menyiapkan berkas Laporan Resmi ke Meja Jaksa Agung RI, sekaligus ditembuskan ke institusi lainnya, baik itu Kantor Staf Presiden RI, Mabes Polri hingga Otoritas terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *