“Pendidikan iman harus membentuk kesadaran sosial dan spiritualitas yang relevan dengan realitas masa kini, bukan sekadar mengulang dogma,” tambahnya.
Relevansi Bagi Gereja Indonesia
Menurut Capt. Hakeng, Gereja Katolik di Indonesia dapat menimba inspirasi dari semangat reformis Paus Leo XIV, terutama dalam memperkuat kepemimpinan berbasis pelayanan serta keterlibatan pemuda dan perempuan dalam kehidupan gereja.
“Ini momentum bagi organisasi pemuda Katolik untuk mentransformasikan dirinya sebagai agen perubahan sosial dan promotor dialog antariman,” jelasnya.
Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama tinggi disebutnya sebagai ladang strategis untuk misi Paus dalam membangun solidaritas lintas iman. “Kami berharap Paus Leo XIV mendorong terciptanya koalisi moral antaragama guna merespons isu bersama seperti radikalisme, kemiskinan, dan krisis lingkungan,” tutur Capt. Hakeng.
Menutup pernyataannya dengan nada optimis, ia menegaskan, “Kami percaya, Paus Leo XIV bukan hanya pemimpin Gereja Katolik, melainkan gembala umat manusia yang sedang mencari arah di tengah dunia yang bergejolak.”
Sumber : DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar, anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik.












