BARITO KUALA – Dewanusantaranews.com – Dinding bata dan rangka atap Gedung Olahraga (GOR) Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, sudah berdiri kokoh. Tapi jika hujan turun sebelum atap terpasang, ratusan juta rupiah dana desa berpotensi terbuang sia-sia.
GOR Sampurna dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai *Rp208.982.000* untuk upah, material, honor Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), dan pajak. Rencana awal, pembangunan tuntas pada Agustus 2027. Kini, pekerjaan mandek tepat di bagian paling krusial: pemasangan atap.
Kepala Desa Sampurna, Mukhtar, membenarkan kondisi tersebut.
“Pekerjaan di lapangan sudah dilaksanakan, baik dinding dan rangka atap. Namun untuk atap bangunan dan hal lainnya belum terlaksana,” kata Mukhtar, 8 Juni 2027.
Penyebabnya adalah pemangkasan anggaran. Pemdes Sampurna mengaku sudah mengusulkan bantuan ke dinas terkait melalui mekanisme APBD.
“Pemerintah Desa Sampurna mencoba mencari solusi terhadap permasalahan tersebut dengan mengusulkan kepada dinas terkait melalui APBD. Tetapi masih terkendala dengan pengurangan anggaran semua SKPD, sehingga belum terakomodir,” ungkap Camat Jejangkit, Hardian.
Jika atap tak segera dipasang, risiko kerusakan besar mengintai. Dinding bisa lapuk, rangka baja bisa berkarat, dan investasi Rp208 juta dari uang warga bisa mubazir.












