Salah satu mahasiswa yang menjadi korban luka mengaku mendapat perlakuan represif dari oknum aparat.
“Awalnya aksi berlangsung kondusif. Namun sekitar pukul 17.00 WIB, situasi berubah ketika aparat menembakkan gas air mata. Saya sempat ditarik oleh seseorang berbaju kaos hitam, dibawa ke lobi DPRD, lalu dipukul dan ditendang hingga dahi saya terluka,” ujarnya kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun DPRD Provinsi Kalbar belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kericuhan tersebut.
Aksi penolakan gaji dan tunjangan anggota DPR RI ini sebelumnya telah digelar di beberapa daerah di Indonesia. Mahasiswa mendesak agar pemerintah dan DPR RI meninjau ulang kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kondisi ekonomi rakyat.












