“Kita ingin kreativitas dan inovasi ini diberdayakan. Pangan lokal adalah kekuatan utamanya. Kalau terserap, hulu hingga hilirnya bisa menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus sejahtera,” katanya.
Afni juga berharap TP PKK dapat dilibatkan dalam Satgas MBG untuk membantu pengawasan pelaksanaan program. Ia menilai keterlibatan berbagai unsur daerah penting agar pemanfaatan produk lokal dan kualitas makanan bergizi dapat berjalan beriringan.
“Menu-menu kreatif seperti ini kalau bisa menjadi menu SPPG. Gizinya ada, beragam, bergizi, seimbang dan aman. Anak-anak juga tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, mengatakan Festival Pangan Lokal menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan konsumsi makanan B2SA yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Ia berharap masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, sederhana dalam pengolahan, tetapi memiliki kandungan gizi yang baik.
Festival tersebut diikuti TP PKK dari 14 kecamatan yang menampilkan beragam kreasi makanan berbasis potensi daerah. Di antaranya Ikan Nila Khusus Tualang, Sambal Nanas Manis, Ubi Mesik Kukus, Labu Bersantan Putri Indrapura, Patin Lancang Pelangi, Patin Gulung Telur, Rendang Jamur Tempe, Krim Buah Cimplukan, dan Patin Sutra Saus Kencana.
Selain lomba cipta menu B2SA, kegiatan tersebut juga menghadirkan lomba stan pameran produk olahan pangan lokal tingkat Kabupaten Siak.
Dewa












