“Jika ada yang sedih, trauma, atau kehilangan, jangan dipendam. Akan ada pendampingan psikologis khusus agar anak-anak bisa pulih dan kembali belajar dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa Polres Siak tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis siswa melalui trauma healing.
“Selain mengungkap fakta hukum, kami ingin memastikan anak-anak tetap merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Polres Siak juga melakukan trauma healing secara humanis bersama Polwan,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan bahan berbahaya di lingkungan pendidikan serta pengaruh negatif dari media sosial dan permainan digital.
“Jika ada hal berbahaya atau ajakan yang tidak baik, jangan diladeni, segera laporkan kepada guru atau orang tua,” tegasnya.
Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah, kepolisian, pihak sekolah, dan siswa dalam upaya pemulihan pasca insiden tersebut.
Parlindungan Tambunan












