“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Tanah Jawa yang memfasilitasi dialog ini. Dengan begini, jemaat bisa beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan kebisingan dari aktivitas cafe,” kata Y. Sagala dengan penuh syukur.
Kapolsek Tanah Jawa menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan contoh nyata bagaimana komunikasi yang baik bisa menyelesaikan potensi masalah sebelum menjadi konflik. Ia berharap semangat toleransi seperti ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat luas.
“Ini bukan tentang mematikan usaha orang, tapi tentang saling menghormati dan mencari solusi bersama. Ketika ada perayaan keagamaan, kita harus saling mendukung,” papar Kompol Asmon Bufitra.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan patroli dan sambang seperti ini akan terus dilakukan oleh Polsek Tanah Jawa, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan nasional. Tujuannya adalah menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kami tidak hanya bertugas menindak, tapi juga mencegah. Dengan melakukan komunikasi intensif seperti ini, banyak masalah bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Gamot Huta II Nagori Bosar Bayu yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga mengapresiasi langkah Polsek Tanah Jawa. Menurutnya, kehadiran polisi sebagai mediator sangat membantu terciptanya kerukunan di lingkungan mereka.
“Dengan adanya mediasi ini, kami sebagai masyarakat merasa lebih aman dan nyaman. Semua pihak bisa saling memahami tanpa ada yang dirugikan,” ujarnya.
Cuaca cerah pada hari itu seakan mendukung kelancaran kegiatan patroli dan sambang yang dilakukan. Hasilnya pun konkret: terciptanya situasi yang tertib, aman, dan harmonis di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Inilah tugas kami sebagai pelayan masyarakat. Kebahagiaan dan ketenangan warga adalah prioritas utama,” pungkas Kapolsek Tanah Jawa dengan senyum penuh harapan.
(AG/HN)












