Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Satgas MBG Simalungun Monitoring Tiga Dapur SPPG di Kecamatan Raya, Temukan Sejumlah Catatan Perbaikan

×

Satgas MBG Simalungun Monitoring Tiga Dapur SPPG di Kecamatan Raya, Temukan Sejumlah Catatan Perbaikan

Sebarkan artikel ini

Simalungun – Dewanusantaranews.com – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgar MB Kabupaten Simalungun melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengecekan menyeluruh terhadap tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Raya, Sumatera Utara, Rabu (22/4/2026), yakni SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, dan SPPG Yayasan DS Cikoko.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan, guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Kegiatan pemantauan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Simalungun yang juga menjabat selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Simalungun, Benny Gusman Sinaga, yang didampingi oleh seluruh anggota tim satgas yang terlibat.

Baca Juga  Kasiops Korem 161/WS Tinjau Pos Haumeniana Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY

Dalam setiap kunjungan, tim meninjau langsung setiap sudut dapur, mengamati proses pengolahan makanan, meneliti ketersediaan serta kualitas bahan baku yang digunakan, hingga memeriksa kelengkapan fasilitas dan sistem pendukung operasional.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, tercatat bahwa ketiga dapur yang dikunjungi tersebut memberikan pelayanan kepada penerima manfaat, yang sebagian besar merupakan anak-anak usia sekolah.

Meskipun secara umum pelaksanaan program telah berjalan dengan baik, tim Satgas menemukan sejumlah aspek yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian khusus dan segera dilakukan perbaikan agar kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan.

Salah satu hal utama yang menjadi catatan adalah sistem pengelolaan limbah yang belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan dan lingkungan yang ditetapkan. Saat ini, limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan makanan di dapur masih mengandung sisa-sisa lemak yang terendap di dalam kolam penampungan, sehingga kondisi limbah tersebut belum layak untuk dialirkan ke saluran pembuangan umum atau parit lingkungan sekitar.

Baca Juga  Patroli Blue Light Polsek Tebing Tinggi Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Hal ini tentunya perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kebersihan lingkungan maupun kesehatan masyarakat di sekitar lokasi dapur.

Selain masalah pengelolaan limbah, tim juga menemukan sejumlah kerusakan dan kekurangan pada fasilitas penunjang kegiatan. Di antaranya adalah kerusakan pada perangkat pemanas air atau water heater yang digunakan untuk proses pencucian peralatan masak dan wadah makanan. Kerusakan ini tentunya dapat menghambat kelancaran proses pembersihan yang membutuhkan air bersih dengan suhu yang sesuai guna menjaga kebersihan secara optimal.

Selain itu, penataan letak tabung gas yang digunakan sebagai sumber energi untuk pemanasan air dan proses memasak pun dinilai masih kurang rapi dan belum memenuhi standar keamanan yang berlaku, sehingga perlu diatur ulang sedemikian rupa agar risiko bahaya dapat diminimalkan.

Baca Juga  Tim Unit Reskrim Polsek Koto Gasib Amankan Satu Orang Pria Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Dari sisi penyediaan bahan baku makanan, pihak pengelola dapur juga menyampaikan kendala yang mereka hadapi dalam pemenuhan kebutuhan ikan laut segar. Jarak lokasi distribusi yang cukup jauh dari sumber pasokan utama dinilai menjadi faktor yang berisiko menurunkan kualitas dan kesegaran bahan baku selama proses pengiriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *