DUMAI – Dewanusantaranews.com – Fenomena pemandangan setiap hari oleh pengguna jalan menuju kecamatan medang kampai kota dumai, yang sama sama di ketahui salah satu daerah industri terbesar saat ini di sumatera,yakni kawasan industri Dumai ( KID ),namun arus lalin yang sangat krodit di setiap hari sangat menghawatirkan pengguna jalan baik karyawan perusahaan menuju PT.Wilmar Nabati Internasional begitu juga perusahan lain yang menuju pelintung, serta anak anak sekolah di pagi hari begitu juga saat waktu sore.Rabu 22/04/2026
Kekhawatiran warga Masyarakat yang melintasi jalan menuju di empat kelurahan yakni Mundam,Teluk makmur,Guntung dan Pelintung, yang sekalian menuju daerah perkebunan kelapa sawit milik perusahaan perusahaan besar di daerah medang kampai.
Dari sisi keselamatan pengguna jalan seringkali terjadi kecelakaan lalu lintas bahkan menyebabkan meninggal dunia karena minimnya Perhatian perusahaan dan pemerintah rusaknya jalan menuju kawasan industri Dumai pelintung,namun di akhir akhir ini timbul pertanyaan dan sipekulasi di kalangan masyarakat medang kampai, ada apa dengan pemeliharaan infrastruktur jalan jalan kususnya menuju perusaahan(KID),yang seperti biasanya ketika ada temuan dan laporan warga kerusakan jalan ataupun infrastruktur rusak, perusahaan cepat dan sigap memperbaiki, kenapa sekarang ini tidak ada kepedulian perusahaan,misalnya PT WILMAR dan yang lainya, begitu juga di tempat lain umumnya di kota Dumai.
Penuturan dari salah satu ormas LSM katakanlah dari pemuda pancasila serta Laskar RMRB kota dumai Ternasuk tokoh masyarakat di medang kampai,sangat menyayangkan kepedulian pihak Perusahaan terhadap kondisi saat ini,Jalan Menuju ke empat kelurahan ini tergolong rusak parah dan sangat sering menimbulkan kecelakaan pengedara roda 4 dan roda dua. bagaimana peran serta perusahaan ikut melakukan perbaikan jalan jalan yang rusak tersebut,
Pemerintah kecamatan yakni Camat medang kampai serta ke empat lurah ini harus berperan aktif mempertanyakan tanggung jawab perusahaan yang ada di wilayah Pemerintah mereka masing-masing,dengan cara menyurati pihak Perusahaan atau berkolaborasi dengan pihak DPRD dapil medang kampai.












