Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Kelompok Tani Umar Wijaya Bentuk Tim Tandingan, Dinilai Lecehkan Satgas PKH

×

Kelompok Tani Umar Wijaya Bentuk Tim Tandingan, Dinilai Lecehkan Satgas PKH

Sebarkan artikel ini

DUMAI – Dewanusantaranews.com – Sepak terjang sosok yang diduga sebagai mafia tanah di Kota Dumai, Umar Wijaya, kembali menjadi sorotan. Ia disebut-sebut telah membentuk tim gabungan melalui Gapoktan Sumber Alam Makmur Jaya untuk menandingi keberadaan Satgas PKH dalam melakukan penertiban kawasan hutan di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau.Senin,27/04/2026

Langkah tersebut dinilai membingungkan masyarakat, karena dianggap menyimpang dari fungsi Satgas PKH yang merupakan bentukan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penertiban kawasan hutan.

Dengan dalih menjalankan program reforma agraria untuk penataan aset dan pengentasan kemiskinan, kegiatan ini justru diduga menjadi upaya penguasaan dan alih fungsi kawasan hutan. Area eks konsesi PT Diamond Timber seluas kurang lebih 4.000 hektare disebut telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Lokasi tersebut berada di wilayah status quo, meliputi Kelurahan Batu Tritip serta Darussalam, Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir.

Baca Juga  Tambang Batu Tanah Galian C Diduga Ilegal Viral Berlokasi di Lereng Bukit Kopisan Milik Afung

Sejumlah petani dari Darussalam Sinaboi, yakni Mulyono, Wagimin, dan Kamal, pada Sabtu,25/4/2026 menyampaikan keberatan mereka.

“Program ini terkesan dibuat-buat sebagai tameng untuk menguasai kawasan hutan yang sudah kembali menjadi milik negara. Kami menduga ada kepentingan kelompok tertentu yang berlindung di balik Gapoktan,” ujar mereka.
Mereka juga menilai bahwa aktivitas tersebut melibatkan oknum tertentu dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan sindikat mafia tanah yang berkedok kelompok tani.
Selain itu, mereka mengungkapkan bahwa puluhan alat berat masih terus beroperasi di kawasan tersebut, menyebabkan kerusakan hutan dan alih fungsi lahan secara masif.

“Kami mengingatkan agar kelompok ini tidak merambah ke lahan pertanian kami. Jika itu terjadi, kami akan melawan,” tegas para petani.

Baca Juga  Kapolres Tapteng Berbagi Sembako, Takjil dan Buka Puasa Bersama Ramadhan 1445 H Berjalan Sukses

Senada juga keterangan di sampaikan oleh ketua pengurus DPD MASPERA LKLH Kota Dumai (Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup), yakni Rajali Hasibuan Mengatakan ke media ini,Timnya akan melaporkan temuan dan laporan masyarakat tersebut ke APH di Pekanbaru dan Tim satgas PKH di Jakarta.

Ia menceritakan sedikit persoalan Ex lahan konsesi PT Diamond Timber ini sudah dari kemarin mendengar informasinya dari laporan warga batu teritip ke lembaga yang menangani Konservasi hutan dan lingkungan atau LKLH.insa allah dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan Tim Umar Wijaya cs dengan kasus perambahan hutan tanpa izin Sesui UU No 41 Tahun 1999.ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *