Lebih lanjut, Bupati Simalungun berharap, melalui doa dan ziarah yang dilakukan, seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan senantiasa mendapatkan berkah.
“Semoga melalui ziarah ini, kita semua memperoleh berkah, semakin memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan budaya, serta menumbuhkan semangat untuk terus melanjutkan perjuangan demi kemajuan Kabupaten Simalungun yang kita cintai,” pungkasnya.
Penutupan rangkaian ziarah Raja Marpitu di Bengkalis ini menjadi momentum penting untuk mengokohkan jati diri dan semangat kebersamaan dalam menyambut 193 tahun perjalanan Kabupaten Simalungun.
Usai ziarah, Bupati Simalungun dan rombongan menyempatkan diri mengunjungi lokasi penjara tempat pengasingan Raja Sangnaualuh Damanik. Penjara Belanda tersebut bernama Jail Huis Van Behauring.
Laporan AG/Taruli Clarisa Tambunan SE












