RIAU – Dewanusantaranews.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Riau mendapat perhatian dari Zermah Randyka, Eks Presiden BEM ITB Master.
Randyka mendesak Kapolda Riau agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani karhutla serta memastikan proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Ia menyoroti kondisi dalam dua hari terakhir, di mana kabut asap dirasakan semakin pekat hingga mengakibatkan jarak pandang masyarakat menjadi terbatas di sejumlah wilayah.
“Dua hari belakangan ini kabut asap semakin pekat. Jarak pandang juga mulai terhalang. Kondisi seperti ini tentu akan menimbulkan banyak kendala bagi masyarakat, terutama dalam aktivitas sehari-hari dan mobilitas,” ujar Randyka.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Kabut asap yang semakin pekat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, pendidikan, perekonomian, serta meningkatkan risiko terhadap kesehatan.
“Kami mendesak Kapolda Riau untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kabut asap akibat karhutla. Masyarakat tidak boleh terus menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan ini,” tegasnya.












