Sanggau Kalbar – Dewanusantaranews.com – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas terus berlangsung tanpa hambatan.
Salah satu titik terparah berada di kawasan Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Warga menyebutkan, sekitar 10 set mesin dongfeng beroperasi di lokasi tersebut untuk mengeruk emas dari dasar Sungai Kapuas.
Mesin-mesin itu milik seorang bernama PP alias IN, warga Kabupaten Sintang, yang sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir.
“Sudah lama mereka beroperasi di sana, tapi tidak ada tindakan dari aparat,” ungkap NU, seorang warga setempat, pada Jumat (4/4/2025).
Menurut NU, aktivitas PETI di Semerangkai menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem sungai.
Lumpur dan limbah dari mesin tambang membuat air sungai semakin keruh dan dangkal. Akibatnya, banjir semakin sering melanda wilayah sekitar.












