Kapolres menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh personel Polres Simalungun serta dukungan masyarakat. Menurutnya, pembangunan Zona Integritas merupakan proses panjang yang menuntut perubahan budaya kerja, peningkatan pelayanan publik, serta komitmen kuat untuk menolak segala bentuk praktik korupsi. “Kami memang bukan yang terbaik, namun kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ucap Kapolres dengan nada rendah hati.
Lebih lanjut, AKBP Marganda Aritonang mengungkapkan bahwa predikat WBK sejalan dengan semangat Transformasi Polri yang Presisi. Transformasi ini, kata dia, menekankan pada prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. “Tujuan akhirnya jelas, Polri harus benar-benar hadir untuk masyarakat, memberikan rasa aman, serta pelayanan yang cepat dan bersih,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabag Ops KOMPOL M. Manik menambahkan bahwa raihan WBK menjadi motivasi besar bagi jajaran Polres Simalungun untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di tahun-tahun mendatang. “Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk bekerja lebih baik lagi. Kami ingin masyarakat merasakan langsung perubahan dan manfaat dari reformasi birokrasi yang kami jalankan,” ujarnya.
Menutup kegiatan rilis akhir tahun, Kapolres Simalungun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kinerja Polres Simalungun sepanjang tahun 2025. Ia berharap ke depan, sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat. “Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Dengan predikat WBK ini, kami berkomitmen menjaga integritas dan terus berbenah demi pelayanan yang lebih humanis dan profesional,” pungkasnya.
Dengan torehan prestasi Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi, Polres Simalungun menutup tahun 2025 dengan optimisme dan semangat baru untuk terus menghadirkan Polri yang bersih, profesional, dan dicintai masyarakat.
(AG/HN)












