“Coba bayangkan saja! Faktanya para Saksi yang dihadirkan di Persidangan tempo lalu belum sesuai dengan semangat Supremasi Hukum. Saksi dari Toko Bangunan, terkait dengan Material yang dibeli Imran Chaniago ada, bukan fiktif. Begitupula dengan 3 (tiga) kali tahapan Pengembalian Uang Rp.500 Juta yang Faktanya tidak disampaikan di dalam Persidangan. Padahal Pengembalian uang ke Bendahara Dinas PUPR itu dapat meringankan perkara tersebut, namun Faktanya Justru para Majelis Hakim berhasil terkecoh akibat Spekulasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wallahu’alam Bissawab” ungkap Larshen Yunus.
Ketua KNPI Provinsi Riau itu pastikan, bahwa pihaknya segera mempersiapkan Berkas Pengaduan ke Jamwas Kejaksaan Agung RI, kedua oknum Jaksa Nakal itu wajib mempertanggung jawabkan perbuatannya. Imran Chaniago SH tidak pantas dihukum dengan Putusan yang tidak adil seperti itu. APH terkesan didikte oleh pengaruh politik yang ada. Kasus Tipikor seperti ini wajib menjadi Atensi Publik, agar jangan lagi muncul Korban seperti yang dialami oleh Imran Chaniago lainnya.
“Jujur saja, bahwa setelah kami melakukan Pengumpulan Data dan Keterangan (Pulbaket), dipastikan Putusan Majelis Hakim tersebut tidak sesuai alias Keliru, peran Imran Chaniago tidak seperti yang di Dakwakan. Hukum harus Jujur, Adil dan Profesional” ujar Larshen Yunus.
Ketua KNPI Riau itu lanjutkan bagi, bahwa dirinya sangat Prihatin dan Sedih atas apa yang dialami oleh Imran Chaniago SH, menerima hukuman yang sebenarnya tak pantas terhadap perannya sebagai pihak yang sama sekali tidak aktif, satu tandatangan pun tak ada, tapi Imran terpaksa mendapatkan putusan yang sangat Keliru.
Bertempat di Kantin Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta, hari ini Kamis (25/7/2024) Ketua KNPI Riau Larshen Yunus pastikan, bahwa pihaknya segera Melaporkan kedua oknum Jaksa tersebut, yang disinyalir bermain-main dengan Nasib seseorang.
“Ingat dan Camkan!!! Kau dengar baik-baik ya! Sampai Langit Runtuh Sekalipun, DPD KNPI Provinsi Riau siap sedia memperjuangakan Kebenaran. SATYAM EVA JAYATE, bahwa Kebenaran itu Pasti Menang. Jangan Menzholimi dan Jangan bermain-main dengan Nasib seseorang! Ingat Hukum Karma, sesiapa yang menabur, dia juga yang akan menuainya. Ayo Jujur, Berani Jujur Hebat!” tegas Larshen Yunus, didampingi Tim Advokasi Hukum KNPI Provinsi Riau.












