JAKARTA | Dewanusantaranews.com – Tabir Misteri “Drama Hukum” yang dilakukan oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) di Provinsi Riau lagi-lagi Ketahuan dan segera di Bongkar.
Kali ini, Drama Hukum yang dimaksud telah mengorbankan salah seorang Tokoh Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang sudah malang melintang menjadi Kontraktor di Tingkat Nasional.
Drama Hukum tersebut menimpa Imran Chaniago SH, yang menjadi Pesakitan dan saat ini sudah mulai ikhlas menjalani aktivitasnya sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (RUTAN).
Diketahui bahwa Imran Chaniago SH didakwa atas kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait Pembangunan Masjid Raya Senapelan di Kota Pekanbaru, walaupun Fakta yang sebenarnya Imran adalah pihak yang hanya sekedar memberikan Pekerjaan sekaligus Modal kepada Perusahaan Pelaksana, yang pada akhirnya diketahui adanya Temuan atas Pelaksanaan Proyek tersebut.
Media Center Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau menerima informasi terbaru, terkait dengan Fakta-Fakta Hukum yang sebenarnya, yang pada akhirnya menyimpulkan adanya kecurigaan terhadap oknum Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau atas nama Sahril Siregar dan Hendri, yang diduga kuat melakukan tindakan yang Non Prosedural terhadap penanganan Kasus Tipikor tersebut.
Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, bahwa Pengakuan dari Imran Chaniago benar-benar harus dibuktikan secara otentik, Jangan sampai muncul Stigma, bahwa Institusi Kejaksaan hanya bisa Menzholimi masyarakat. Oknum Jaksa tersebut segera di Laporkan!!! Karena Proses Penanganan Perkara Imran Chaniago SH terdapat Kekeliruan, seperti belum dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Imran di tangkap dan ditahan dulu, baru setelah sampai di Rutan skema dilakukan BAP “ecek-ecek” dijalankan.












