“Komitmen Presiden Prabowo untuk ikut partisipasi dana 1 miliar dolar. Ini adalah untuk juga matching commitment dari pemerintah Brazil beberapa waktu yang lalu,” jelas Hashim Djojohadikusumo.
Hashim menambahkan bahwa kontribusi Indonesia ini berjalan beriringan dengan komitmen pendanaan dari negara lain, seperti Norwegia yang berjanji menyuntikkan dana tiga miliar dolar Amerika Serikat dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Dukungan Indonesia terhadap inisiatif global ini sebelumnya telah ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, pada akhir Oktober 2025.
“Saya mendukung Brasil dalam kepemimpinan Brasil di COP30. Dengan inisiatif-inisiatif Brasil, mereka mendirikan suatu dana investasi untuk membantu melestarikan hutan, hutan tropis,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama usai pertemuan tersebut.
Sementara itu, bencana alam, berupa :banjir bandang dan tanah longsor dan cuaca ekstrim yang melanda beberapa wilayah di Sumatra sejak akhir November dan berlanjut hingga bulan Desember 2025 di sebagian wilayah Tapanuli telah menimbulkan korban Jiwa yang signifikan, hilangnya perkampungan/Desa yang disapu rata oleh banjir Bandang, serta , kerusakan infrastruktur yang parah membuat segala aktivitas Masyarakat terdampak bencana terganggu, termasuk akses Jalan dan Komunikasi, Listrik, air bersih, kesehatan dan Ekonomi, semuanya lumpuh total.
Kita akui, bahwa semua pihak, termasuk Pemerintah pusat dan Daerah, saat ini sudah melakukan langkah-langkah penanggulangan secara masif dan saat ini masih berfokus pada upaya tanggap darurat, rehabilitasi, mitigasi, serta upaya rekonstruksi di wilayah-wilayah yang terdampak bencana di 3 Provinsi (Aceh, Sumut dan Sumbar). *(Red DNN)*












