Namun, pada Sabtu pagi, 12 Oktober 2024, seluruh spanduk dimaksud telah hilang di lokasi terpasang.
“Ya, kami temukan sisa abu hasil bakaran material kain. Patur diduga berasal dari pembakaran material spanduk tersebut, persis di posisi pasang bahan kampanye itu”, demikian Tafdil Lawira, salah satu fungsionaris Forum Korban Likuefaksi Petobo yang mejadi bagian dari Relawan Sangganipa Petobo.
“Baru saja kami dari BAWASLU, dan dijanjikan akan diproses lebih lanjut oleh mereka”, sebut Yanti, perempuan beranak 2 (dua) yang juga aktif di barisan relawan.
Sampai naik cetak berita ini, media masih berusaha mengkonfirmasi beberapa pihak, terkait rencana pelaksanaan Kampanye Paslon BERAMAL yang juga di Petobo, terjadwal 13 Oktober 2024.
Publik berhak dapatkan informasi yang valid, apakah ada kaitan antara Spanduk yang dipasang oleh Relawan SANGGANIPA dengan rencana Kampanye BERAMAL yang hadirkan artis-artis KDI itu.
“Dengan kejadian tersebut, ada dugaan tindak pidana pemilu model seperti ini mengganggu kredibilitas Pilkada, maka tentu harus ditindaklanjugi dengan serius”, ungkap salah satu pihak otoritas di BAWASLU Sulteng.












