Kondisi ini mempertegas anggapan bahwa sidak yang dilakukan hanya sebatas formalitas. Kehadiran Satgas, meski melibatkan pejabat tinggi daerah, dinilai tidak mampu memberi efek jera ataupun penindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.
Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran. Jika kualitas menu terus ditekan, maka potensi keuntungan besar bagi pihak tertentu semakin terbuka, sementara tujuan utama program untuk meningkatkan gizi anak-anak justru terabaikan.
Publik pun mempertanyakan keseriusan pengawasan. Jika sidak tidak diikuti dengan tindakan nyata, maka pelanggaran akan terus berulang tanpa konsekuensi.
Pemerintah Kabupaten Simalungun dan pihak terkait didesak untuk segera mengambil langkah tegas. Evaluasi menyeluruh serta sanksi nyata terhadap pelaksana yang terbukti melanggar menjadi hal mendesak agar program MBG tidak kehilangan arah.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, program “bangun bangsa” hanya akan menjadi slogan, sementara kualitas gizi generasi muda dipertanyakan.
Laporan AG












