Simalungun – Dewanusantaranews.com – Ketika sebagian besar warga tengah beristirahat setelah menunaikan sholat Tarawih, tiga personel muda Polres Simalungun justru baru memulai misi mereka. Dengan kendaraan patroli D-Max Sat Samapta yang dilengkapi lampu biru berkelap-kelip membelah kegelapan malam, mereka bergerak menyusuri ruas-ruas jalan strategis di wilayah hukum Polres Simalungun — tanpa jeda, tanpa kompromi.
Itulah gambaran Patroli Blue Light Perintis Presisi Polres Simalungun yang digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari Patroli Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang terus digencarkan oleh Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, khususnya dalam rangka penindakan aksi premanisme dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Simalungun.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu, 4 Maret 2026 sekira pukul 04.40 WIB, menegaskan bahwa kegiatan patroli ini bukan sekadar unjuk kehadiran semata, melainkan aksi nyata yang terencana dan terarah.
“Kami tidak hanya hadir untuk terlihat. Tim Blue Light kami bergerak aktif menyisir titik-titik rawan, melakukan patroli dialogis langsung dengan masyarakat, sekaligus mengawal keamanan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujar AKP Verry Purba dengan penuh keyakinan.
Malam itu, di bawah koordinasi Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung, S.H., dengan pelaksanaan lapangan dipimpin langsung Kanit Patroli Samapta, tiga personel tangguh — BRIPDA Reza Andreas Siahaan, BRIPDA Johannes P. Situmorang, dan BRIPDA Jon Moris Manungung — meluncur menelusuri rute patroli yang telah ditetapkan dengan penuh dedikasi.
Rute yang mereka lalui bukan sembarangan. Tim bergerak menyusuri Jalan Medan, melintas ke Simpang Tol Sinaksak, masuk ke area Gerbang Tol Sinaksak, hingga akhirnya singgah di Masjid Al-Mahmudiyah, Jalan Medan — sebuah rute yang mencakup titik-titik strategis sekaligus rawan gangguan keamanan di wilayah Simalungun.
Di sepanjang Jalan Medan, tim melaksanakan patroli sekaligus pengaturan lalu lintas di lokasi-lokasi yang selama ini dikenal rawan kecelakaan. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu biru menyala menjadi peringatan alami bagi pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan tertib.
Sesampainya di Gerbang Tol Sinaksak, aksi tim tidak berhenti pada sekadar patroli fisik. Mereka turun langsung, menyapa warga, dan melancarkan patroli dialogis — menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas secara langsung kepada masyarakat yang mereka jumpai.












