Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
BeritaPekanbaru Nusantara News

Sekum DPP SPI Issu Problem Banjir, Sampah Dan Jalan Rusak, Muflihun Sukses Membenahi Pekanbaru

×

Sekum DPP SPI Issu Problem Banjir, Sampah Dan Jalan Rusak, Muflihun Sukses Membenahi Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Dewanusantaranews.com – Issu yang disengaja di pelintirkan saat ini di kota Bertuah Pekanbaru terkait Banjir, sampah dan jalan rusak menjadi salah satu materi unik yang sengaja di sajikan sebahagian kalangan, yah….namanya juga issu wajar saja mereka menyampaikannya, ucap Sabam Tanjung Sekretaris Umum ( Sekum) Dewan Pimpinan Pusat ( DPP) Solidaritas Pers Indonesia ( SPI )

Tahun 2024 adalah tahun politik yang saat ini bergulir, mulai dari pileg dan pilpres, masuk lagi pada pilkada dalam waktu dekat ini. Politik sangat kejam, bahkan lebih kejam dari ibu tiri, yah…pepatah itu yang tepat buat tahun politik kekinian. Upaya-upaya panggung politik yang diperankan politikus, sering kali melakukan doktrin yang kurang sehat ketengah masyarakat, melalui kader- kader yang telah di doktrin sang politikus.

Saat ini di kota Pekanbaru, panggung mulai di perankan oleh politikus dengan cara senyap, lewat kelompok kecil, dan bahkan lewat konten-konten yang diharapkan dapat mendoktrin mindset masyarakat Pekanbaru. Wacana keliru yang kini sedang di tabur pesona di kota Pekanbaru adalah ” Banjir , Jalan Rusak dan Sampah ” namun, tiga problem tersebut sengaja digulirkan untuk melemahkan kinerja PJ Walikota Pekanbaru ‘ Muflihun, mari kita coba uraikan tiga problem yang di gadang-gadang kan tersebut.

Pertama Banjir, perlu kita fahami bersama, terkait problem banjir dadakan ketika curah hujan tinggi melanda kota Pekanbaru , memang benar banjir terjadi di beberapa titik, namun setelah hujan rendah dan beberapa jam berikutnya banjir pun surut. Namun jika memang banjir tersebut menjadi wacana yang hebat untuk menjatuhkan kinerja PJ Walikota Pekanbaru menurut saya wacana tersebut tidak masuk akal, mengapa….?

Baca Juga  Polsek Panai Tengah Tangkap Pengedar Narkoba, Amankan Sabu dan Barang Bukti

Berbicara banjir, wacana banjir telah berlangsung terjadi di masa jabatan mantan Walikota Pekanbaru ‘ Firdaus- Ayat ‘ artinya apa..? problem banjir bukan suatu kegagalan Muflihun semasa menjabat PJ Walikota Pekanbaru. Intinya Master Plane kota Pekanbaru terdahulu kurang efektif untuk mengurai problem banjir, mana hulu dan mana hilir kita tidak tau.

Wacana kedua terkait persampahan, masukin masa jabatan Muflihun, terjadi transisi pengelolaan pengangkutan persampahan di kota Pekanbaru, dimana semasa jabatan Firdaus – Ayat, pengelolaan persampahan di percaya kepada perusahaan pihak ketiga yaitu perusahaan dari Jakarta. Muflihun berupaya untuk mengurai penanganan persampahan bersama dinas DLHK kota Pekanbaru, lewat kerja keras kadis DLHK Pekanbaru hingga sampai saat ini, kondisi persampahan berangsur-angsur mulai membaik. Berbicara terkait penanganan sampah, tak luput juga Pemko Pekanbaru dan dinas DLHK gencar melakukan sosialisasi ketengah masyarakat untuk menghimbau dan mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, upaya tersebut sampai saat ini membuahkan hasil yang signifikan.

Wacana ketiga terkait jalan rusak, sebelum kita berbicara terkait jalan rusak, di era Firdaus – Ayat, sampai saat ini juga masih sedang berlangsung yaitu banyak galian pipa dan galian limbah di kota Pekanbaru. Dengan keterbatasan anggaran dan melanjutkan program terdahulunya, Muflihun percayakan penuh kepada dinas PUPR Pekanbaru, namun lagi- lagi problem anggaran yang menjadi kendala selama ini. Dari tiga problem diatas, pada prinsifnya perlu diluruskan ketengah masyarakat, agar wacana ketiga tersebut tidak disalah tafsirkan masyarakat untuk Pekanbaru, tegas Sabam Tanjung.

Baca Juga  Kapolsek Tanjung Beringin Tampung Aspirasi Masyarakat Di Jumat Curhat

Tak luput saya sampaikan juga bahwa selama hampir dua tahun Muflihun menjabat PJ Walikota Pekanbaru beliau saya anggap berhasil dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Berikut keberhasilan Muflihun selama memimpin Pekanbaru

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memaparkan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun 2023 di masa pemerintahan Pejabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun. RLPPD ini berisi rincian pencapaian Pemko Pekanbaru sepanjang tahun lalu.

Pj Wali Kota Muflihun, Sabtu (30/3/2024), memulai dari penjelasan indikator kinerja makro dari tahun 2022 ke 2023. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 82,06 persen pada 2022. IPM naik menjadi 82,38 persen pada 2023.

Angka kemiskinan 3,06 persen pada 2022. Angka kemiskinan naik menjadi 3,16 persen pada 2023.

Angka pengangguran 6,40 persen pada 2022. Angka pengangguran turun menjadi 6,20 persen pada 2023.

Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,78 persen pada 2022. Sedangkan pertumbuhan ekonomi turun menjadi 6,06 persen pada 2023.

Pendapatan Rp143 juta kapita selama 2022. Pendapatan per kapita naik menjadi Rp157 juta selama 2023.

Baca Juga  Razia Narkoba di Kampung Boncos, Polres Jakbar Amankan 31 Orang Positif Sabu dan Sita 21 Gram Sabu

Ketimpangan pendapatan 0,397 persen pada 2022. Ketimpangan pendapatan turun menjadi 0,392 persen pada 2023.

Sementara itu, Pj Wali Kota Muflihun mulai memenuhi pelayanan dasar sejak ia menjabat pada 23 Mei 2022. Di bidang pendidikan, tingkat partisipasi warga negara usia 5-6 tahun yang berpartisipasi dalam PAUD 96,07 persen.

Tingkat partisipasi warga negara usia 7-12 tahun yang berpartisipasi dalam pendidikan dasar 96,85 persen. Tingkat partisipasi warga negara usia 13-15 tahun dalam pendidikan menengah pertama 96,01 persen. Tingkat partisipasi warga negara usia 7-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah 97,10 persen.

Dalam urusan kesehatan, rasio daya tampung rumah sakit rujukan 3,58 persen. Rumah sakit rujukan tingkat kabupaten/kota yang terakreditasi 96,77 persen.

Pelayanan kesehatan ibu hamil 98,19 persen. Pelayanan persalinan bagi ibu bersalin 97,70 persen.

Pelayanan kesehatan bayi baru lahir 98,27 persen. Pelayanan kesehatan balita 100 persen.

Pelayanan kesehatan anak usia pendidikan dasar 100 persen. Skrining kesehatan orang usia 15-59 tahun sesuai standar 98,45 persen.

Skrining kesehatan warga negara usia 60 tahun ke atas 100 persen. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi sesuai standar 97,48 persen.

Pelayanan kesehatan penderita Diabetes Militus (DM) sesuai standar 96,32 persen. Pelayanan kesehatan jiwa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat sesuai standar 100 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *