Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Jakarta Dewa Nusantara News

Prof Sutan Nasomal Pakar Hukum International: Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto Di Himbau Jangan Diam Saja. Ini Sudah Lampu Merah Dari Rakyat

×

Prof Sutan Nasomal Pakar Hukum International: Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto Di Himbau Jangan Diam Saja. Ini Sudah Lampu Merah Dari Rakyat

Sebarkan artikel ini

Prof DR KH Sutan Nasomal menyampaikan kepada Media bahwa ini situasi sangat buruk dan lampu merah untuk pemerintah INDONESIA. Apalagi Mata Uang Dolar USA di atas 17.000 dengan Rupiah. Kementrian tidak becus dalam menjaga kekuatan nilai Rupiah.

Program Ketahanan Pangan dan pembangunan seperti hanya dongeng ditelinga pendengaran rakyat.
Kenyataannya tidak seperti dengan buktinya. Kepala Daerah dari Gubernur sampai kebawah jangan hanya pencitraan saja di TIKTOK dan medsos. Tetapi menginjak perut Masyarakat.

Keluhan para pedagang elektronik juga sama bahwa dengan mahalnya mata uang dolar USA membuat kelelahan stress di sektor belanja barang baru. Pasar menjadi sepi.

Tekanan perang dagang NEGARA CHINA & USA sudah bukan issu baru karena sudah berjalan dalam 7 tahun ini. Maka pemerintah seharusnya lebih berani hadir melindungi kekuatan pasar & ekonomi INDONESIA. Dengan menghadirkan program yang melibatkan Negara Negara maju di ASIA serta EROPA atau RUSIA baik di Pariwisata dan Pembangunan. Karena minat tinggi investor PENGUSAHA dari luar negri untuk membangun pabrik pabrik besar.

Baca Juga  Kasus Penyiraman Air Keras Di Cengkareng, Tim Gabungan Buru Pelaku

Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto di yakini oleh Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH pemegang kekuatan ekonomi Negara INDONESIA. Untuk menata kembali sampai sehat prima di semua kekuatan ekonomi.

Juga harap semua instrumen dalam pemerintahan jangan pancing amarah Masyarakat dengan trik trik bodoh menyusahkan rakyat yang sedang menangis menghadapi kondisi saat ini. Buat makan sepiring saja hari ini harus kemana jalannya. NGOJEK saja sepi menurut pak jarwo agar ada pendapatan 100.000 untuk keluarga sangat sulit. Kenyataannya hampir rata rata pendapatan tukang ojek hanya 50.000 perhari bila di kamulasi selama sebulan kerja dari pagi jam 6 sampai malam jam 9 di Jakarta. Bahkan di luar jakarta lebih parah.

Baca Juga  Polsek Kembangan: Spanduk Dan Videotron Jadi Sarana Edukasi Cegah Tawuran Antar Pelajar

Keluarga kecil Masyarakat di negara ini tidak boleh jadi korban politik praktis serta dungu dari akrobat para orang partai yang duduk di DPR RI dan MPR RI. Rakyat tidak bodoh dan bisa membaca pekerjaan mereka selama 10 tahun kebelakang membuat NKRI semakin miskin dan di kuasai oleh lintah darat kapitalis. Istilahnya rakyat mengucapkan. Tikus tikus berdasi hanya memikirkan perutnya sendiri dengan korupsi. Dari hasil kerja kerasnya menginjak perut RAKYAT serta leher RAKYAT dari peraturan yang merugikan RAKYAT dan NKRI.

Narasumber : PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH
Pakar Hukum Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *