Asahan, Tanjungbalai – Dewanusantaranews.com – Tangkap Oknum Preman Atas Nama OPW Disitu !!! Kasus viral CV AJA di Kab Asahan masih bergulir belum disentuh Aparat Berwajib Ada Apa Tanya Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Pidana Internasional menanggapi pertanyaan media via telpon yang meminta stegmennnya sekitar kasus ini.Kapolri kita harapkan mengintruksikan Kapolda untuk Menyidik kasus ini hingga terwujudnya hukum yang pasti Tangkap preman yang membekingi satu lokasi ilegal apapun bentuknya”komentar Prof Dr Sutan Nasomal yang juga Presiden Partai Oposisi Merdeka.
Beberapa hari lalu publik dikejutkan dengan adanya plank DPC PWRI Kota Tanjungbalai yang terpasang di pintu gerbang area gudang CV. Asahan Jaya Abadi (CV. AJA) milik pengusaha Joe Tjang yang terletak di Jalan Tanjung Barombang Dusun V Desa Asahan Mati Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan.
Dari amatan wartawan, plank tersebut terpasang menyusul viralnya pemberitaan mengenai bangunan dermaga permanen milik CV. AJA yang berdiri diatas DAS Asahan. Pada Jumat (18/04/25) saat wartawan melakukan investigasi lanjutan, ternyata plank tersebut telah diturunkan dan tak lagi terpasang di depan pintu gerbang gudang CV. AJA.
Sementara itu, Joe Tjang selaku pemilik bangunan, hingga saat ini tidak pernah sekalipun bersedia muncul untuk memberikan keterangan apapun kepada wartawan.
Joe Tjang yang belakangan viral dalam pemberitaan juga selalu mengelak dan tak ingin menjawab konfirmasi wartawan, baik melalui telepon maupun pesan singkat. Joe Tjang sang pengusaha puluhan unit kapal fisher itu pun diduga kerap menggunakan jasa wartawan untuk memberikan bantahan atas pemberitaan di beberapa media.
Terpasangnya plank organisasi wartawan di area pintu masuk kawasan gudang dan dermaganya tersebut, diduga kuat hanya untuk memberitahukan bahwa area miliknya dalam pengawasan organisasi wartawan. Namun anehnya, bukannya menggunakan jasa wartawan di daerah Asahan, Joe Tjang malah menggunakan jasa organisasi wartawan dari luar daerah, yakni DPC PWRI Kota Tanjungbalai.
Selain menghindar untuk memberi keterangan secara resmi kepada sejumlah media, sikap Joe Tjang yang menggunakan jasa organisasi wartawan untuk melindunginya merupakan perbuatan adu domba antar wartawan. Hal itu yang dikatakan oleh Sofyan Parinduri, BA salah seorang tokoh masyarakat dan penggiat sosial Kota Tanjungbalai.
Menurutnya, pemasangan plank resmi PWRI Tanjungbalai dan tulisan “Awas Ada Anjing Galak” serta kamera pengawas di depan pintu masuk gudang tersebut, diduga menjadi sebuah upaya untuk membungkam dan menghalang-halangi tugas jurnalis dan media yang tengah menyoroti bangunan dermaga milik CV. AJA.












